Cerita Seks - Namaku Liliana, ini pertama kali aku mencoba membuat cerita
seks, sudah sejak 3 tahun lalu. Aku selalu Haus Seks. Entah itu karena
keperawananku yang diambil oleh mantan cowokku atau karena libidoku yang begitu
besar. Ketika kitu, aku selalu mencari cowok yang dapat mengajak aku untuk
nge-seks, tapi aku tidak pernah perduli itu cowok apa, terpenting dia punya barang
yang dapat memuasin aku. Banyak sekali teman cowok ku yang datang ke apartement
jika aku lagi tidak berada di kelas. Ini lah hidupku di LA sekaranga aku ingin
cerita tentang pengalaman seks ku yang tidak pernah terlupakan.
Hmph, capek nih” umpatku dalam hati.
Hari itu aku kuliah sampai jam 9 malam. Parkiran mobil pun sudah gelap. Sambil
melihat kanan kiri, aku pun berlari-lari kecil menuju ke mobilku yang ku parkir
di belakang gedung science. Ketika sampai di mobil, HP ku berbunyi. Ternyata si
Rei.
“Halo Cyn, lagi ngapain?” tanya si Rei.
“Ini nih, lagi mo pulang baru aja selesai kelas” sahutku sambil menstater mobil.
“Ooh, mo ke sini ga? Kita ntar mo ngadain pesta nih. Kan hari sabtu, masa di
rumah aja sih?” Si Rei pun nyerocos.
“Oh ya? Mau donk, kalo gitu gue ke sana sekarang deh” jawabku dengan senangnya.
“OK deh. Bye
Sejak hidup di LA, aku selalu suka dengan kehidupan malam. Pesta, diskotik
ataupun pergaulan bebas. Akupun mulai merapikan rambut dan pakaianku. Kemudian,
aku mulai membubuhkan make-up tipis di mukaku. Setalah selesai, aku pun
mengendarai mobilku ke tempat Rei. Rei adalah anak orang kaya. Apartemenya yang
terletak di daerah BH itu sangat mahal harganya. Aku pun memberhentikan mobilku
di depan Liquor Store. Ketika aku turun dari mobil, banyak cowok bule yang
melihat dan bersiul kepadaku. Saat itu aku hanya mengenakan rok pendek dan kaos
putih ketat. Payudaraku yang berukuran 34 c itu pun tampil kian menggoda.
Memang payudaraku cukup besar untuk orang seukuranku. Ketika aku sedang mencari
cari liquor kesukaanku, Hp ku pun berbunyi lagi. Ketika kulihat nama Rei, aku
segera menjawab. Hanya percakapan kecil yang terjadi, ternyata dia minta
dibelikan beberapa botol bir. Aku pun segera mengambil sebotol XO dan 12 botol
corona. Setelah membayar, aku pun segera mengemudikan mobilku ke tempat Rei.
Dengan kemacetan LA aku pun tiba di tempat Rei setelah setengah jam di mobil.
Rei pun menyambut ku dengan gembira. Ketika aku masuk, ternyata tidak ada
seorang pun di situ selain aku dan Rei.
“Kok
ga ada anak anak? Katanya mo pesta?” tanyaku keheranan.
“Ntar lagi juga pasti datang” jawabnya sambil tersenyum.
“Siapa aja sih?” kejarku.
“Cowok-cowok lah, 7 orang deh kayaknya.” katanya sambil berjalan ke dapur.
“Jadi gue cewek sendiri nih?” tanyaku keheranan.
Dengan santainya dia cuma menjawab “Yup, kenapa? Loe ga suka? Kan loe biasanya
suka main keroyokan. Apalagi kalo ceweknya cuman loe sendiri.”
“Loe gila ya? loe bikin pesta buat cuman ngentotin gue rame rame?” tanyaku
dengan kaget.
“Bukannya loe suka kayak gituan, apalagi barang mereka gede gede lagi. Tenang
aja, dijamin puas” imbuhnya sambil ketawa nyengir.
Aku cuma diam saja. Rei memang sering nge-seks denganku, tapi kita tidak
pacaran. Aku juga pernah nge-seks dengan Rei dan dua temannya. Tapi kali ini
TUJUH orang. Aku takut tapi aku juga terangsang. Aku memang sangat suka menjadi
pusat perhatian apalagi gangbang. Rei tau itu. Rei tau semua tentang aku. Tapi
aku cuma tau sedikit tentang Rei. Dia sangat suka melihat cewek di entot rame
rame.
“Kenapa?
kok bengong?” tanya Rei sambil mengusap usap tangannya ke pantat kiriku.
“Ga kenapa kenapa kok” jawabku singkat.
Aku memang sudah biasa dengan kelakuan Rei. Tangan Rei yang tadi cuman memegang
pantat kiriku, kini meremas remas pantatku dengan kerasnya.
“Udah lah Rei, siapin dulu donk makanan buat pestanya” kataku sambil menepis
tangannya.
“Kok gitu sih? Ayo donk kan udah lama gue ga liat loe telanjang” katanya santai.
“Ya udah kalo loe mau, tapi siapin dulu donk makanannya. Habis itu kalo ada
waktu gue mau mau aja. Gimana? Mau ga?” tanyaku menggoda.
“Hahaha. Kita cuma makan chips doank kok malem ini. Tuh chipsnya udah ada.
Tinggal dibuka doank” katanya sambil memasang muka mesum.
“Iiih, benci gue ama loe” kataku sambil mencuekin muka mesum dia.
“Ya udah gue bikinin salad deh. Mau ga?”
“Bikin lah kalo loe mau” katanya singkat.
Ketika
aku membuat salad di meja dapur, tangan tangan Rei menjelajahi pantatku. Aku
yang sudah biasa dengan itu cuma mendesah desah kecil. Aku merasakan kedua
tangannya mengangkat rok ku sampai ke pinggangku. Dia hanya bersiul ketika
melihat pantatku yang penuh. Waktu itu aku memakai G-string jadi dia bisa
melihat semuanya. “Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. Aku
pun meneruskan mengaduk salad ketika dia menurunkan g-stringku sampai ke lantai.
Aku segera mengangkat kakiku dan menendang g string itu ke belakang. Aku kira
Rei akan segera memasukan penisnya ke dalama memekku, tetapi dia hanya
menurunkan rok ku dan merapikannya
Aku terheran heran ketika dia melakukan itu tapi aku tidak mengatakannya. Kini
tangan Rei mulai meraba raba dan meremas payudaraku sambil mulutnya menciumi
leherku. Aku hanya melenguh kecil ketika dia meremas payudaraku dengan agak
keras. Aku memberhentikan kerjaanku dan mencoba menikmati rangsangan Rei. Rei
pun mulai melepas baju ketatku. Rei hanya diam ketika dia melihat tubuhku yang
setengah telanjang. Aku yang sudah sangat terangsang mulai memijit mijit penis
Rei dari luar celananya. Rei pun melenguh keenakan ketika aku remas remas dan
kukocok penisnya perlahan. Rei tidak diam saja, dia langsung melepas behaku dan
melemparkannya. Aku yang hanya memakai rok mencoba membuka baju Rei. Tapi Rei
cuman menepis tanganku. Rei pun ketawa ketika melihatku kebingungan. Rei pun
mulai membungkuk dan mengambil beha dan g stringku yang berserakan di lantai.
Kemudian dia berjalan ke kamarnya meninggalkan aku yang kebingungan dan sangat
terangsang. Ketika aku tersadar bahwa payudaraku terpampang bebas, aku pun
kembali mengenakan kaos putih ketatku. Aku merasa kalau putingku tercetak jelas
dengan baju itu. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Rei pun kembali ke dapur
dan kulihat bahwa beha dan g stringku telah dia sembunyikan. Klik Judi Online.
“Boleh
juga toket loe, lebih keliatan gede lho” katanya sambil meremas remas toketku.
“Mau loe apa sih Rei? Mau ngentot ga sih loe?” tanyaku sudah tidak sabar.
“Oh, loe mau ngentot?” tanya nya dengan muka sok innocent.
Aku pun menjadi malu sendiri. Belum sempat aku menjawab telpon apartement Rei
berbunyi. Aku tau kalo teman temannya sudah ada di luar. Mereka cuma minta
dibukain pintu saja.
“Nih kalo loe mau ngentot, mending loe sekarang emut kontol gue sampe gue
keluar” tantangnya
“Ada tamu Rei” kataku sambil kebingungan.
Rei pun segera memencet tombol untuk membuka pintu apartemen. Apartemen Rei ada
di lantai 8.
“Masih ada waktu kok”, kata Rei sambil meringis, “ayo mau ga?”
“Ntar kalo mereka liat gimana?” kataku sambil melihat ke pintu.
“Cuek aja lah. Mereka juga udah tau kalo loe suka nge seks, apalagi gue udah
kasih tau mereka kalo loe suka di gangbang. Udah nyerah aja, ntar juga loe
pasti ngemut kontol mereka juga”.
Aku
pun hanya diam dan berjongkok di depan dia. Tanganku mulai membuka resletingnya
dan ku keluarkan penis dia yang terbilang besar itu. Tanpa ragu ragu, aku pun
segera melahap batang itu dan menghisapnya. Rei hanya melenguh kecil sambil
menjambak rambutku ketika aku memasukkan penisnya sampai masuk ke
tenggorokanku. Aku memang pandai sekali memberi Deep Throat. Ketika aku memberi
dia deep throat, Rei pun segera melenguh panjang dan menembakkan air maninya ke
mulutku yang langsung kutelan. Aku memang suka menelan air mani cowok. Rei
hanya tersenyum ketika aku menjilat jilat batangnya yang perlahan mengecil. Rei
pun memasukan senjatanya kembali ke celananya dan aku hanya mengusap bibirku
dengan tissue. Tak lama, Pintu apartemen Rei pun terbuka dan masuklah tujuh
orang yang tidak aku kenal. Mereka semua berbadan bagus dan bertampang yang
lebih dari biasa.
“Halo Rei, siapa tuh ceweknya?” tanya teman si Rei yang akhirnya kuketahui
namanya Donny.
“Oh dia Liliana, temen gue” Kata Rei santai “Kenalan sana”
Singkat
kata, aku pun berkenalan dengan mereka semua. Aku tidak bisa mengingat nama
mereka semua karena mereka terlalu banyak. Rei pun segera bercakap cakap dengan
mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan. Ketika aku sedang
mencari cari tempat buat chips, aku merasakan ada tangan yang memegang pantat
ku. Aku kira itu tangan milik si Rei, jadi aku hanya diam dan meneruskan
kerjaanku.
“Hmm,
boleh juga pantat loe”
Ketika aku mendegar bahwa itu bukan suara Rei aku pun kaget dan segera menepis
tangan itu.
“Pinter juga si Rei kalo cari cewek” ternyata itu si Donny.
“Udah ga usah sok jual mahal, Rei udah ngomong kalo loe itu suka seks” imbuhnya.
Aku sangat sakit kaget ketika dia ngomong secara terus terang. Aku hanya diam
saja sambil menunduk malu.
“Loe tau kenapa loe di sini?” tanyanya lagi.
Aku hanya menggelengkan kepala saja.
“Loe itu di sini buat muasin kita kita. Mending loe sekarang ikutin aja apa
yang aku bilang ato loe bakalan diperkosa rame rame ama mereka.” katanya
mengancam.
Aku yang tidak punya pilihan lain hanya mengangguk menurut.
“Hehehehe.. bagus. Sekarang loe temenin mereka ngobrol trus gue bakalan siapin
minumannya.” suruhnya.
Aku
pun hanya mengangguk dan mengambil salad yang tadi aku buat. Ternyata mereka
lagi berjudi. Aku tidak tau apa yang mereka mainkan tapi mereka menyuruhku
duduk dan ikut main. Mereka pun segera menjelaskan peraturannya. Aku baru tau
kalo mereka itu bermain poker, tapi yang menang bisa menyuruh salah satu dari
yang kalah untuk melepas baju. Aku pun mengiyakan aja meskipun aku tau kalo aku
kalah dua kali maka aku akan telanjang bulat. Aku pun tersadar, jadi ini maksud
Rei mengambil beha dan g stringku. Aku hanya melirik ke Rei yang tersenyum
kemengangan. Tak lama, Donny pun datang membawa minuman. Dia memberiku sebotol
corona yang tadi kubeli dan kuminum pelan pelan. Ketika ronde pertama di mulai,
mereka pun segera dengan cepatnya mengatur kartu mereka. Aku yang tidak tau apa
apa, cuma melihat kartuku dan meminum coronaku. Aku merasa bahwa salah satu
dari mereka menang, mereka pasti akan menyuruhku membuka bajuku.
Ternyata benar, aku tidak tau apa nama kartuku tetapi meraka
ngomong kalo aku kalah. Maka salah satu dari mereka menyuruhku melepas bajuku.
Ketika aku membuka bajuku, mereka hanya berkomentar tentang toketku yang besar
itu. Aku yang setengah telanjang hanya menunduk malu dan menutupi putingku
dengan tanganku. Tak lama kemudian, mereka memulai ronde yang kedua. Aku merasa
bahwa muka dan badanku mulai memanas, aku tidak tau apakah itu reaksi dari bir
atau sorotan sorotan mereka. Aku yang mulai merasa canggung, mulai meminum
birku sampai habis. Tak lama kemudian, ronde ke dua berakhir dengan melayangnya
rok ku. Memekku yang tak berambut itu sudah tidak tertutupi apa apa. Aku merasa
memekku mulai gatal, dan aku tersadar kalo Donny telah mencampurkan obat
perangsang ke dalam bir ku. Aku yang sudah tidak bisa menahan gatalnya mulai
menggesek gesekkan pahaku.
“Hehehehehe,
terangsang ya liliana?” tanya si Rei dengan santainya.
Aku cuma diam saja dan menunduk.
“Kalo mau ngerasain kontol kita kita bilang aja Liliana” imbuhnya.
Aku sangat malu, tapi aku juga terangsang dengan hebatnya. Aku yang masih
menggesek gesekan pahaku tanpa sadar mengeluh terangsang. Mereka cuma tertawa
melihatku seperti itu.
Aku pun berkata ke Rei “Rei, please masukin kontol loe”.
Mereka yang mendengar itu hanya tertawa dan mulai mengeluarkan kontolnya.
Rei pun menjawab “Kalo loe mau dientot, loe ngomong ama mereka semua, jangan
cuma gue doank. Ntar yang lain kan iri” katanya mengejek.
“Pls entot gue, gue udah ga tahan lagi” kataku sambil merangkak ke salah satu
dari mereka dan mulai meremas remas kontolnya.
Mereka hanya ketawa dan memanggilku “maniak seks”, “cewek gila kontol” dan lain
lain nya.
Aku
pun segera memasukan kontol yang kupegang itu ke mulutku. Kumulai dengan
mencium kepala kontolnya dan menjilat jilat batangnya yang sudah tegang.
Empunya kontol itu pun segera mengeluh tertahan dan memegang kepalaku dan
memaksaku memasukan kontolnya yang panjang itu ke mulutku. Aku hanya memejamkan
mata ketika aku merasakan kontol lain menerobos dinding vaginaku. “Ooh”,
lenguhku tertahan. Seseorang yang mengentotku dari belakang itu segera
memaju-mundurkan kontolnya di memekku. Aku merasa kalo tiap kali dia mendorong
pantatnya, kepala kontolnya menyentuh dinding rahimku. Salah seorang dari
mereka memukul pantatku hingga merah dan memasukan salah satu jarinya ke dalam
anusku. Aku pun hanya melenguh keenakan. Ketika aku masih keenakan merasakan
jari di anusku, kontol yang ada di mulutku segera menyemprotkan air maninya dan
langsung kutelan. Aku pun mulai menjilati kontol itu dengan maksud
membersihkannya. Cowok yang kujilati kontolnya itu hanya tersenyum dan meremas
toketku.
Dengan
tiba tiba, cowok yang memompaku dari belakang menarik kontolnya. Aku yang masih
belum keluar menoleh dengan protes tapi kulihat kalo itu ternyata si Donny yang
memompaku dan Donny hanya berdiri dan meninggalkanku sambil tersenyum. Dia pun
menyuruhku untuk menungging dengan tangan di meja makan. Aku pun menurut saja.
Ketika aku sudah dalam posisi menungging, Donny pun dengan kasarnya memasukkan
kontolnya di anusku. Aku pun menjerit menahan sakit yang luar biasa itu.
Setelah dua menit kesakitan, aku pun mulai merasa nikmatnya anal seks. Aku pun
segera mengikuti irama Donny, dan Donny pun segera mengangkat kedua pahaku
dengan kontol yang masih di anusku. Aku pun tidak punya pilihan lain selain
bersandar kebelakang supaya tidak jatuh. Donny dengan pelannya menaik turunkan
tubuhku sambil memutar badannya. Maka memekku pun terpampang dengan jelas ke
cowok cowok yang laen. Aku sangat kaget ketika aku melihat si Rei merekam
kejadian itu dan temannya memfotoku.
Tapi, kenikmatan yang aku dapatkan dari Donny menelan kekagetanku dan membuatku
orgasme. Aku segera menggerang gerang keenakan sambil memilin milin puting
kananku. Aku merasa ada cairan vaginaku yang menetes keluar. Kemudian, aku
merasa si Donny mulai mempercepat kocokannya di anusku. Aku yang takut jatuh
segera menyenderkan tubuhku ke belakang dan membiarkan toketku meloncat loncat
dengan bebas. Aku pun juga melihat lampu lampu flash kamera yang mengabadikan
kejadian itu. Donny pun segera menjatuhkan tubuhku di kasur yang sudah
disiapkan cowok cowok lain di ruang tamu. Aku jatuh dengan telungkup dengan
kontol yang masih di anusku. Dengan cepatnya, si Donny mencabut kontol itu dan
segera mengeluarkan spermanya di dalam gelas wine yang bening. Aku yang
kelelahan cuma melihat itu dengan penuh tanda tanya. Klik Casino Online.
Belum
sempat aku mengatur nafas, Donny menyuruhku menjilati kontolnya sampai bersih.
Aku menjilati kontol itu dengan perasaan yang jijik. Kemudian salah satu dari
mereka segera mengangkatku dan memasukkan kontolnya ke memekku. Aku pun cuma
melenguh tertahan. Cowok itu segera memaju mundurkan kontolnya dengan aku
keadaan berdiri. Aku hanya bisa berteriak teriak kecil karena kontol itu sangat
besar diameternya. Aku merasa ada kontol laen yang menerobos anusku. Aku merasa
seperti sandwich karena diapit kedua cowok besar itu. Tak lama kemudian aku pun
orgasme lagi dan lagi. Tiap kali mereka mau keluar, mereka segera mencabut
kontolnya dan mengeluar kan air mani merek di dalam gelas wine. Aku masih
bingung dengan itu, tapi ketiga orang yang belom mengentotku segera
mengeroyokku. Ada yang memasukkan kontolnya ke memekku, ke mulutku ataupun
mengentot toketku. Aku sudah seperti di dalam sorga dunia.
Aku
tidak tahu sudah berapa kali aku orgasme malam itu. Mereka mengentotku dengan
nonstop. Selalu ada kontol yang mengisi vaginaku. Ketika mereka semua sudah
selesai mengentotku, mereka menaruhku di sofa dengan kepala di bawah. Aku sudah
tidak tahu apa yang terjadi tapi dengan samar samar aku lihat Donny memasukan
leher botol bir yang masih penuh isinya ke vaginaku. Aku pun segera terasadar
dengan adanya benda dingin di vaginaku, tapi aku sudah terlalu capek untuk
berontak. Aku hanya bisa melihat Donny menaik turunkan botol itu di vaginaku.
Kemudian, aku merasakan bir yang meleleh turun dari vaginaku ke toketku.
Kemudian, Donny segera menarik botol bir itu dan menyuruhku membuka bibir
memekku dengan tanganku. Akupun hanya menurut saja. Kemudian, aku melihati
Donny memasukan sedotan ke dalam memekku yang penuh dengan bir dan dengan
segera aku merasakan bir itu disedot oleh Donny dan ditelannya. Mereka semua
tertawa ketika melihatku melenguh menandakan aku orgasme lagi. Aku yang sudah
terlalu capek, mulai merangkak ke atas kasur di lantai ruang tamu dan aku pun
tertidur.
Keesokan
paginya, aku pun terbangun dengan sebuah mentimun di memekku. Aku kebingungan
dan aku lihat cowok cowok itu sudah tertidur dengan lelapnya di sebelahku dan
di sofa. Aku pun segera mengeluarkan mentimun itu dari memekku. Ketika aku
bangun, aku baru merasakan panasnya anusku dan sakitnya memekku. Dengan sedikit
tertatih aku berjalan mencari baju baju ku. Aku menemukan kaos putihku dan rok
ku yang langsung kukenakan. Akupun berjalan ke arah kamar mandi untuk merapikan
diri. Ketika aku sedang menyisir rambutku yang acak acakan, pintu kamar mandi
terbuka dengan tiba tiba dan aku lihat Donny menyeruak masuk. Aku cuma melihat
apa yang bakalan dia lakuin. Tak kuduga, dia dengan tanpa malu mulai kencing
dengan enaknnya. Aku yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dengan jijik.
Setelah aku selesai menyisir rambutku, aku segera keluar secepat mungkin dari
kamar mandi itu sebelum si Donny menyuruhku berbuat yang macam macam.
Aku pun segera mencari dompet dan kunci mobilku ketika Rei memegang tanganku
dan menyuruhku minum pregnancy pil. Rei menyuguhkan pil itu dan segelas air
putih yang langsung kuminum.
“Hebat juga lo Liliana semalem” pujinya
“Sakit semua nih Rei” jawabku sambil meringis “Gue pulang dulu ya capek nih”
“Ya udah tapi minum ini dulu ya?” katanya sambil menyogorkan gelas yang penuh
dengan sperma “gue tau loe pasti suka”
“Aduh Rei gue laper banget, dari kemaren malem gue blom makan” jawabku mengiba.
“Enggak, minum dulu baru boleh pulang. Udah lah cepet minum” tegasnya.
“Iih maksa banget sih” gerutuku.
Rei
pun segera mengambil video camnya dan menyuruhku bergaya seolah olah aku
menikmati minum sperma. Aku pun hanya tersenyum sambil menegak habis sperma itu.
Rei pun tersenyum dan berkata “Mulai hari ini kalo loe ke mana mana usahain
jangan pake beha ato celana dalem, ok? jadi ntar kalo gue kepengen ngentot,
cuma tinggal masukin doank” katanya sambil ketawa.
“Gila loe” umpatku sambil ngeloyor pergi.
No comments:
Post a Comment