Cerita Seks - Aku merasakan kecapekan setelah seharian aku jalan-jalan dan aku ingin sekali tidur tetapi entah mengapa aku tidak bisa memejamkan mataku ini lalu aku mempunyai ide untuk menelepon temanku Nisa untuk aku ajak ngobrol melalui telepon.
Telepon
Nisa angkat awalnya kami ngobrol biasa saja tetapi tidak tahu kenapa tiba-tiba
Nisa nafasnya memburu dan terdengar teriakan-teriakan juga suara seorang cowok
yang seperti suara pacar Nisa. Aku hanya mendengar suara-suara teriakan
kesakitan tetapi juga seperti merasakan sesuatu kenikmatan dan teleponpun
terputus dengan sendirinya.
Pikiranku
melayang kemana-mana dan aku mulai memikirkan tentang seseorang yang sedang
berhubungan badan. Aku semakin terangsang setelah mendengar suara Nisa juga
khayalanku sendiri dan akupun membuka kaos ketatku, bra, serta celana dalam aku
meremas payudaraku dan memasukkan jariku ke vaginaku.
Aku
kocok vaginaku hingga aku pun menyapai orgasme ditempat tidur, aku merasa puas
dan akupun memakai bajuku lalu merencanakan untuk pergi makan.
Aku
cari sopirku kemana-mana tetapi tidak ada hingga aku temukan dia dikamar
tidurnya, dia tertidur pulas dengan hanya mengunakan kaos tanpa lengan dan
sarung.
Aku
mau membangunkan dia tetapi melihat dia tertidur pulas akupun mengurungkan niatku
untuk membangunkan dia, kasihan dia kecapekan setelah mengantar aku seharian
jalan-jalan pikirku.
Sebelum
aku meninggalkan kamarnya mataku tiba-tiba tertuju pada tonjolan yang ada
dibalik sarungnya sehingga membuat aku ingin mengetahui bagaimana wujud
tonjolan itu.
Aku
beranikan diri untuk melihat tonjolan itu dari bawah lalu aku singkapkan
sarungnya secara perlahan, aku terkejut melihatnya karena dia tidak memakai
celana dalam sehinnga aku bisa melihat dengan leluasa penis yang agak berdiri
dan membuat aku ingin memegang, mengelus, dan mengulumnya.
Aku
ingin sekali memegangnya tetapi aku takut sopirku nanti terbangun dan dia akan
marah terhadapku, dengan tangan yang gemetaran juga dingin dan jantung yang
berdetak kencang aku beranikan diri untuk memegangnya. Aku singkapkan sarungnya
lebih keatas dan akupun mulai memegangnya, terasa hangat dan membuat tanganku
yang tadinya dingin menjadi hangat.
Aku
semakin tertarik untuk menikmatinya lagi, aku elus berkali-kali penisnya hingga
berdiri dan semakin panjang penis itu. Jantungku semakin berdetak kencang
tetapi keinginanku untuk melakukan yang lebih lagi juga semakin besar maka ku
putuskan untuk mencoba mengulumnya.
Ku
jilati serta memberikan gigitan kecil pada buah pelirnya yang berwarna
kecoklatan hingga membuat aku makin bernafsu dan sedikit demi sedikit aku mulai
menuju penis yang telah berdiri.
Aku
masukkan secara perlahan terasa hangat yang disertai rasa asin dan masuklah
penis itu sampai pada ujung tenggorokanku, aku coba masuk dan keluarkan
sehingga membuat tubuhku mengeluarkan keringat yang di ikuti rasa gemetaran.
Payudaraku
terasa semakin membesar dan mengeras sehingga membuat braku terasa sesak juga
vaginaku yang terasa mengeluarkan cairan. Akupun semakin tidak bisa menahan
nafsuku yang sudah memuncak lalu aku semakin mempercepat kulumanku sehingga
membuat penis sopirku licin karena liurku.
Di
saat aku sedang keenakkan melakukan kuluman di penis sopirku tiba-tiba aku
terkejut oleh teriakan sopirku dan mencabut penisnya dari mulutku. Dia lalu
berdiri dan memarahi aku, dia merasa bersalah pada orang tuaku karena
membiarkan aku melakukan hal ini, Klik Judi Online.
Akupun
tidak mau menyerah begitu saja dan karena aku tidak bisa menahan nafsuku lagi
yang seperti mau meledak akupun mengancam sopirku dengan mengatakan pada ayahku
bahwa aku telah diperkosa sopirku juga akan mengatakan pada istrinya kalau
tidak mau melayani kenginanku.
Dia
ketakutan dan menyerah padaku, akupun tidak menyia-nyiakannya langsung saja aku
melepas sarungnya dan aku jongkok didepannya. Kulihat wajah sopirku terlihat
wajahnya menampakkan kesedihan tetapi aku tidak mempedulikannya.
Aku
tidak peduli bagaimana perasaan sopirku, aku hanya ingin kenikmatan seperti
yang telah temanku rasakan. Aku ingin membuat dia agresif terhadapku dan
melupakan istrinya sesaat, karena keinginanku itu aku mulai melakukan
rangsangan terhadapnya. Kukulum lagi penisnya yang telah lemas tanpa canggung
dan takut lagi pada sopirku, kupercepat kulumanku sehingga membuat penisnya
kembali berdiri. Aku sangat menikmati penis.
“Ehhmm..
Enak.. Ehmm” dan aku merasa bahagia karena membuat dia mulai terangsang yang
mulai menunjukkan ke agresifannya. Sopirku mendesis menikmati kulumanku.
“Ough..
Terus.. Cepat.. Ouh Melda”
Hanya
itu saja kata yang keluar dari mulutnya akupun semakin bersemangat dan semakin
mempercepat kulumanku. Hingga beberapa kuluman penisnya terasa semakin membesar
dan menegang juga disertai denyutan dan dia pun memegang kepalaku juga
memcambak rambutku dengan kasar dia semakin memaju mundurkan kepalaku dan
akupun semakin bersemangat karena aku tahu dia akan sampai.
“Ouhh..
Ouuhh aku sampai aku sampai Melda ough” dan keluarlah spermanya ke mulutku
hingga mulutku tidak muat untuk menampungnya. Spermanya terasa hangat, asin,
dan baunya membuat diriku ingin memuntahkan sperma itu dari mulutku tetapi dia
menarik kepalaku lalu mencium aku.
Ciumannya
yang sangat bersemangat kepadaku membuat aku terpakasa untuk menelan spermanya
untuk mengimbangi permainan bibir itu.
Aku
merasa kerepotan untuk mengimbanginya karena baru kali ini aku dicium oleh
cowok, dia terus mencium aku dan tangannya mulai menyelinap masuk ke kaosku.
Tangannya menuju ke payudaraku, dia meremas-remasnya sehingga membuat nafasku
semakin memburu yang disertai degupan jantung yang cepat. Dia semakin agresif
dengan membuka kaos ketatku, rok, bra serta celana dalamku.
Terbukalah
sudah apa yang selama ini aku tutupi, aku merasa risih karena baru kali ini aku
telanjang dihadapan cowok sehinnga tangankupun secara spontan menutup vaginaku
juga payudaraku. Tetapi karena nafsuku yang semakin memuncak maka aku biarkan
tubuhku telanjang dan akupun dengan agresif melucuti kaosnya.
Sekarang
kita benar-benar telanjang bulat, kita saling berhimpitan sehingga penis yang
telah mengacung itu menempel pada vaginaku. Aku ingin sekali merasakan penis
itu masuk ke vaginaku dan aku telah mencoba memasukannya tetapi tidak bisa,
dengan terpaksa aku hanya mengesekkan penisnya ke vaginaku dan itu membuat aku
semakin bernafsu.
Setelah
dia puas mencium aku dia menurunkan kepalanya menuju kaki, dia menciumi kakiku
sampai ke vaginaku. Dia menjilati vaginaku, menyedot vaginaku dan juga
memberikan gigitan kecil pada vaginaku sehingga membuat aku tak bisa menahan
getaran tubuhku.
Semakin
dia mempercepat jilatannya semakin keras pula erangan serta desissan yang
keluar dari mulutku. Tanganku berpegangan pada kepalanya dan akupun menekan
kepalanya serta mengangkat salah satu kakiku kepundaknya agar bisa semakin
masuk ke vaginaku, jilatan dia membuat aku tak bisa lagi menahan tubuhku
sendiri. Tubuhku melengkung ke belakang dan kepalaku medongak keatas yang
disertai keringat yang semakin mengucur deras.
“Auhh..
Ouhh..”
Dia
terus menjilati vaginaku sehingga membuat aku semakin tidak tahan “Ough.. Yes..
Ouugh.. Aku keluar” dan akupun mengalami orgasmeku yang pertama, aku merasa
kenikmatan yang luar biasa karena baru kali ini kali mengalami orgasme bersama
cowok.
Sopirku
menghisap-hisap vaginaku hingga terasa kering, nafasku yang tadinya memburu
sekarang sudah mulai reda. Aku yang telah mengalami orgasme terasa badanku
lemas tetapi sopirku masih saja semangat, dia mengendongku ke tempat tidur dan
menjatuhkanku.
Dia
bermain di payudaraku yang berukuran sedang putih bersih kemerahan, sopirku
mengulum, menyedot, meremas dan juga menggigit-gigit payudaraku. Permainan
mulutnya sanggup menaikkan kembali nafsuku, sopirku sangat menikmati payudaraku
dan dia selalu memuji payudaraku yang kenyal dan kencang itu.
Aku
yang ingin kembali menikmati penis sopirku segera aku menggulingkan sopirku
disampingku, aku menindihnya dengan vaginaku menghadap ke muka sopirku dan kita
pun saling melakukan rangsangan. Aku kembali mengulum penisnya sedangkan dia
menjilati vaginaku.
Permainan
lidahnya yang liar di vaginaku membuat tak kuasa menahan nafsuku yang mau
meledak dan dengan segera akupun minta untuk memasukkan penisnya ke vaginaku
dan diapun mengijinkannya.
Aku
membalikkan badan dan sekarang penis itu tepat di bawah vaginaku, aku memegang
penis itu dan mengarahkannya ke vaginaku tetapi aku tidak bisa memasukkannya
terasa sulit walaupun vaginaku telah basah. Penis sopirku seperti tidak mau
masuk penisnya selalu ke kanan atau ke kiri.
Sopirku
pun membantuku, dia memegang penisnya sedangkan tangan satunya menuju vaginaku
dan memasukkan jarinya ke vaginaku, akupun terkaget dan berteriak “Ouhh”. Klik Casino Online.
Jarinya
maju mundur dan seperti mengaduk vaginaku, sopirkupun mengeluarkan jarinya lalu
mencoba memasukkan penisnya ke vaginaku. Secara mengejutkan penis itu masuk
dengan mudah, aku terkaget merasakannya lalu berteriak “Auhh.. Ough..”
Dan
mataku melotot serta kepalaku mendongak ke atas. Vaginaku terasa penuh dan
disertai rasa nyeri yang sangat hebat tetapi sopirku duduk menghiburku dengan
menciumku.
Dia
menyuruhku naik turun tetapi itu sulit bagiku karena baru yang pertama aku
melakukannya, aku mencoba naik turun rasanya nikmat sekali merasakan dua alat
kelamin bergesekan tetapi tetap rasa nyeri tetap ada. Akhirnya akupun lancar
menaik-turunkan, melihat itu sopirku semangat dia mulai meremas payudaraku dan
mulai melakukan gerakan juga.
Lama-kelamaan
rasa nyeri itu berubah menjadi rasa nikmat tiada duanya dengan cepat aku menaik
turunkan. Gesekan itu sangat nikmat Nisambah lagi remasan sopirku di
payudaraku.
“Uhh..
Aauhh.. Oouughh” aku terus mendesis.
Malam
yang sunyi kembali berisik oleh bunyi kocokan serta teriakanku, kulihat sopirku
sekali memejamkan mata menikmati kocokanku. Hingga beberapa lama kita tetap
pada posisi itu dan akupun merasakan sesuatu yang mau meledak di vaginaku.
“Ouhh..
Ouughh.. Aku sampai” akupun merasakan orgasme yang kedua kali
No comments:
Post a Comment