Friday, March 8, 2019
TEMAN TAPI MESRA
Cerita Seks - Intinya pertengkaran itu merupakan kecurigaan dan kecemburuan Nisa terhadap suaminya yang selalu pulang kerja sampai tengah malam bahkan 2 hari terakhir pulang pagi.
Keesokan harinya, sesaat setelah Brian berangkat kerja dan istriku juga sudah berangkat kerja Nisa bertandang kerumahku untuk curhat. Sebenarnya aku serba salah karena pasti saya terpaksa harus memihak salah satu diantara mereka.
“maaf Dith, aku mengganggu….saya mau curhat nih, ya tentang semalem mungkin kamu mendengar…kata Linda dengan wajah layu
‘iya…gak sengaja saya mendengarnya! Jawabku singkat
“saya kurang apasih?? Tiba-tiba Nisa bertanya dengan nada serius
‘hmmmm….. saya hanya bergumam, sambil menggaruk kepala bingung harus menjawab apa.
“sebagai seorang pria….menurutmu saya menarik gak? Jawab jujur ya? Dia terus bertanya
‘oke….saya netral ya? Menurut aku kamu cantik, menarik dan jujur aja saya sangat menyukai wanita yang badannya langsing dan tinggi semampai seperti kamu…apalgi kamu pakai baju begini (rok mini cotton dan tanktop). Jawabku sambil memandangi lekuk tubuhnya yang putih mulus
“udahlah jujur aja, jangan menghibur saya….jawabnya sambil memegang tangan kananku dengan lembut. ‘bener Nis, kamu seksi banget…udah jangan suruh menilai gini, saya jadi horny nih lihatin paha kamu! Jawabku dengan nada bercanda, agar horny-ku turun.
“lalu kenapa Brian cuek sama aku?? Dia bertanya lagi
‘ya gak tahulah, penilaian orang kan beda-beda…. jawabku coba mengelak.
“kok gitu, kamu kan tahu bagaimana Dia dan pacar-pacarnya dulu. Jawabnya dengan nada ketus
‘okey,tapi jangan tersinggung…mungkin kamu kurang aktif dalam bercinta karena Dia suka cewek aktif… jawabku “iya sih, saya mang pasif….trus apalagi kekuranganku?? Tanya linda memelas
‘mungkin toketmu kurang gede…. jawabku sambil tertawa coba mencairkan suasana.
“Dith….saya seriuuuuuusssss!!!!! Trus aku harus bagaimana? Tanya Nisa serius
‘gampang aja, pergi ke salon…suntik silikon….atau ke dokter aja dech minta obat perangsang biar kamu gak vrigid. Heheheeee….saya jawab sekenanya.
Nisa hanya terdiam dan menganggap serius perkataanku, dia melamun sampai-sampai tidak mendengar perkataanku. Lalu tiba-tiba dia bertanya lagi….
“iya….bener banget kata-katamu….bantu aku ya?? Pleaseee….tolong belikan saya obat perangsang! Pintanya mengejutkan saya
Saya menjadi bingung sendiri, padahal aku kan saya jawab sekenanya saja, pikirku dalam hati.
‘mmmm….saya ada sih, tapi saya gak tahu bagaimana hasilnya…karena saya belum pernah mencobanya’ jawabku.
Sayapun langsung berjalan menuju kamar dan mengambil obat yang 4 bulan lalu saya beli dari seorang sales serta memberikanya kepada Nisa.
“manjur apa gak ya? Aturan pakainya bagaimana? Nisa bertanya lagi
‘aku gak tahu, kan bahasa Cina dibungkusnya….coba aja minum! Jawabku asal
Linda pun meminum 1 butir obat tersebut, tapi setelah 10 menit tanpa reaksi Dia meminum lagi bahkan 2 butir sekaligus. Karena sudah jam 9 aku tinggalkan Dia diruang tamu dan saya berpamitan mandi dulu karena mau ke kantor. Sepuluh menit kemudian aku selesai mandi dan menuju kamar untuk berganti baju, tapi tiba-tiba dari belakang Nisa melingkarkan tanganya dipinggangku dan memeluk erat tubuhku sambil berbisik….
“Dith…kamu tadi bilang saya seksi dan suka paha saya….apa kamu bisa membuktikan perkataanmu?? Jawabnya dengan nada memanja
‘apaaa…. saya tak mampu melanjutkan perkataanku, mulutku terrkunci
Ternyata Nisa melepas rok mininya dan memamerkan paha mulusnya yang jenjang tanpa lemak. Spontan kontolku langsung tegang menjulang mengangkat handuk yang aku kenakan (tidak memakai CD)…saya sungguh terpesona dan lupa kalau dia adalah istri sepupuku. Nisa menarik handukku dan langsung menggenggam kontol panjangku dengan kedua tanganya…
“menurut aku, kamu bisa memberi kepuasan lebih dari Brian…burungmu lebih gede….lebih panjang…dan jujur aja saya lebih suka memandang tubuhmu daripada tubuhnya (Brian)….semoga penilaianku ini tidak salah” kata Nisa panjang lebar.
Saya langsung mengangkat tubuhnya dan merebahkanya ditempat tidur, kami langsung bergulat dengan telanjang bulat, saling mencium dan bergerak liar mengalir mengikuti deru nafsu yang semakin menggebu. Lidah kami berpilin, saling menghisap….tangan kami saling meraba, mengelus dan memainkan sisi sensitif masing-masing. Saya elus memeknya yang berbulu halus….ternyata sudah becek bahkan banjir. Ditariknya kontolku kearah mulutnya, ujungnya dihisap dan dikocok dengan sangat cepat…..
Aaaahhhh…uuuuhhhh…..hhhmmmm….aaaaa……oooo ooohhhhh…..erangan dan desahan saling bersaut, melukiskan bagaimana gairah kami saat itu sama-sama tinggi.
Aku merebahkan diri, mengamati seberapa aktif gerakan Linda…..dan ternyata obatnya bekerja dengan baik, Nisa sangat liar memainkan semua sisi tubuhku sungguh berbeda dengan biasanya yang pemalu dan lembut. Diciuminya tubuhku dari kening hingga ujung jari kakiku diemutnya bahkan anusku tak luput dari jilatanya tanpa jijik atau malu. Saya tertegun melihat aksinya, selayak service bispak import nih, gumamku dalam hati.
Akhirnya diapun mengambil posisi duduk diatas kontolku dan tanpa basa-basi langsung menekan kuat kebawah membuat kontolku sakit karena sesak dan terlalu panjang. Dia menggoyang maju-mundur dengan cepat bertumbu pada kedua tanganya yang berada di dadaku.
Ah…ah…ah…ah…ah….ah….desahanya begitu keras dan tanpa henti, membuat saya panik takut ada yang mendengar. pantatnya diputar-putar dengan cepatnya….seakan Nisa sedang memperkosa saya. Kurasakan sudah 2 kali dia menyemprotkan cairan orgasmenya, keringatnya berjatuhan padahal sedang hujan dan yang sangat membuatku terkejut ada noda darah di bibir memeknya. Ini karena dia langsung memasukkan kontol secara paksa dan penuh. tapi spertinya yang Nisa rasakan hanya nikmat dan nikmat bahkan tak ada tanda-tanda penurunan tensi goyanganya padahal sudah 1 jam lebih….. “Nis… saya mau keluar nih, buruan jangan sampai di dalam” pintaku karena takut kalau dia hamil dan anaknya mirip saya…kan repot.
Linda tak menghiraukanya dan akhirnya akupun nyemprot didalam memeknya….
CROT…CROOOOTTTT…..CROOOOOTTTTTT…..spermaku meluber hingga keperutku, tapi Linda terus bergoyang dengan girang menatapku dengan wajah puas dan senang. 5 menit kemudian Linda menghentikan goyanganya dan menghisap habis sisa sperma yang tercecer kemana-mana.
“Adith sayaaaang….kamu memang hebat, kamu lebih kuat dan dahsyat” bisiknya ditelingaku.
Cepat-cepat aku membujuknya untuk pulang, karena sudah memasuki jam istriku pulang. Sore harinya saya mendapat sms dari Nisa “Terrima kasih Dith untuk pagi tadi dan untuk semuanya,
maaf aku telah berbuat salah kepadamu…tolong rahasiakan ini dan aku mohon jangan biarkan saya mengulanginya….saya hanya menganggu
Seminggu berlalu semua berjalan seperti biasanya, hingga kemudian pada suatu hari kami berulang kali mengulangnya. hingga kini kami masih sering bercinta walau dengan sembunyi-sembunyi dan curi-curi waktu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment