Cerita Saks - Pantatku cukup bulat dan berisi dengan sepasang betis yang indah. Sepasang payudaraku berukuran 36 juga tampak padat dan serasi dengan bentuk tubuhku. Semua orang berkata tubuhku seperti artis Minarti Atmanegara yang bentuk tubuhnya tetap indah diusia yang telah berkepala 4.
Aku bekerja sebagai karyawati staff accounting pada sebuah toserba yang cukup besar dikotaku. Sehingga aku banyak mengenal banyak relasi dari para pekerja perusahaan lain yang memasok barang ketempatku bekerja. Aku juga menjadi instruktur senam BL ditempat aku fitness. Disinilah kisah yang akan kisah indah aku dan Indra pertama kali terjadi.
Sebagai
seorang istri, aku merupakan seorang wanita setia pada suami. Aku berprinsip,
tidak ada laki-laki lain yang menyentuh hati dan tubuhku, kecuali suami yang
sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini terjadi, aku memang selalu dapat menjaga
kesetiaanku. Jangankan disentuh, tertarik dengan lelaki lain merupakan
pantangan buatku.
Tetapi
begitulah, beberapa bulan terakhir suamiku kurang dapat memuaskanku diatas
ranjang. Kalaupun bisa, dia pasti kelelahan dan langsung istirahat. Mungkin
karna usia kami yang terpaut 14 tahun, mau tak mau aku cuma bisa memainkan jari
sambil membayangkan suamiku sedang memasukkan batang kejantanannya ke vaginaku.
Tapi tak senikmat kenyataan.
Sampai akhirnya datang seorang mahasiswa yang ingin PI (Praktek Industri) ditempatku. Dan aku ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa tersebut oleh bosku. Mahasiswa itu memperkenalkan dirinya bernama Indra. Kuperhatikan dia dari atas sampai bawah, cukup lumayan penampilannya. Indra berbadan tinggi besar dan atletis, tingginya sekitar 178 cm. Sungguh aku tidak mempunyai pikiran atau perasaan tertarik padanya.
Sampai akhirnya datang seorang mahasiswa yang ingin PI (Praktek Industri) ditempatku. Dan aku ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa tersebut oleh bosku. Mahasiswa itu memperkenalkan dirinya bernama Indra. Kuperhatikan dia dari atas sampai bawah, cukup lumayan penampilannya. Indra berbadan tinggi besar dan atletis, tingginya sekitar 178 cm. Sungguh aku tidak mempunyai pikiran atau perasaan tertarik padanya.
Pada
awalnya hubungan kami biasa-biasa saja, bahkan cendrung agak kaku. Namun
begitu, Indra selalu bersikap baik padaku. Kuakui pula, ia pemuda yang
simpatik. Ia sangat pandai mengambil hati orang. Sehingga lama-kelamaan
kekakuannya berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering meminta
Indra membantuku lembur dikantor. Dan jika begitu biasanya aku bercerita
tentang kehidupan rumah tanggaku. Sampai-sampai urusan diatas tempat tidur
kuceritakan padanya. Karna Indra sangat pandai memancing.
Hingga
suatu ketika, setelah sebulan Ia PI dikantorku. Sewaktu aku sedang lembur
menghitung keuangan bulanan perusahaan, Indra datang menghampiriku.
” Misi Bu, bisa ganggu gak? ” Tegur Indra sopan.
” Ya ada apa Ndra? ” Jawabku.
” Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bu? ” Ryan bertanya lagi.
” Ooh bisa.. mana yang kamunya kurang paham ” aku menjawab lalu menyuruhnya untuk duduk disampingku disofa.
Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih bahan yang dia minta penjelasan dariku itu akan dimasukkan dalam bahan laporannya.
” Bu, saya mo ngasih hadiah ulang tahun, Bu atika mau nerima gak? ” Tanyanya tiba-tiba.
” Boleh, syaratnya hadiahnya harus banyak ya” Jawabku bergurau.
” Saya juga punya syarat Bu, hadiah ini akan saya berikan kalo Bu Atika mau memejamkan mata. Mau gak? ” Tanyanya lagi.
” Serius nih? Oke kalo cuma itu syaratnya Ibu mau ” Kataku sambil memejamkan mata.
” Awas jangan buka mata sampai saya memberikan aba-aba..! ” Kata Indra lagi.
” Misi Bu, bisa ganggu gak? ” Tegur Indra sopan.
” Ya ada apa Ndra? ” Jawabku.
” Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bu? ” Ryan bertanya lagi.
” Ooh bisa.. mana yang kamunya kurang paham ” aku menjawab lalu menyuruhnya untuk duduk disampingku disofa.
Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih bahan yang dia minta penjelasan dariku itu akan dimasukkan dalam bahan laporannya.
” Bu, saya mo ngasih hadiah ulang tahun, Bu atika mau nerima gak? ” Tanyanya tiba-tiba.
” Boleh, syaratnya hadiahnya harus banyak ya” Jawabku bergurau.
” Saya juga punya syarat Bu, hadiah ini akan saya berikan kalo Bu Atika mau memejamkan mata. Mau gak? ” Tanyanya lagi.
” Serius nih? Oke kalo cuma itu syaratnya Ibu mau ” Kataku sambil memejamkan mata.
” Awas jangan buka mata sampai saya memberikan aba-aba..! ” Kata Indra lagi.
Sambil terpejam aku penasaran dengan hadiah apa yang akan
diberikannya. tetapi, ya ampun, pada saat mataku terpejam, tiba-tiba aku
merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya menyentuh, benda
itu juga melumat bibirku dengan halus. Aku langsung tahu, Indra tengah
menciumku. Maka aku langsung membuka mata, wajah Indra sangat dekat dengan
wajahku dan tangannya merangkul pinggangku. Tetapi anehnya, setelah itu aku
tidak berusaha mengindar.
Untuk
beberapa lama, Indra masih melumat bibirku. Kalo mau jujur aku juga ikut
menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara refleks aku juga membalas melumat
bibir Indra. Sampai kemudian aku tersadar, lalu ku dorong dada Indra hingga ia
terjengkang kebelakang.
” Ndra seharusnya ini gak boleh terjadi ” Kataku dengan nada bergetar menahanrasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatiku.
” Maaf Bu Atika, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Ibu sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku sayang sama Bu Atika” Ucapannya lirih sambil meninggalkanku.
” Ndra seharusnya ini gak boleh terjadi ” Kataku dengan nada bergetar menahanrasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatiku.
” Maaf Bu Atika, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Ibu sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku sayang sama Bu Atika” Ucapannya lirih sambil meninggalkanku.
Seketika
itu aku merasa sangat menyesal, aku merasa telah mengkhianati suamiku. Tapi
uniknya peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Beberapa kali jika
Indra konsultasi denganku, ia selalu memberikan “hadiah” seperti itu. Tentu itu
dilakukannya jiak tak ada orang yang melihat. Meskipun pada akhirnya aku
menolaknya, tapi anehnya, aku tidak pernah marah dengan perbuatan Indra itu.
Entahlah,
aku sendiri bingung. Aku tidak tahu, apakah ini dikarnakan permasalahanku
dengan suami diatas ranjang sehingga menerima begitu saja semua perbuatannya
padaku. Ataukah aku telah jatuh cinta pada pada Ryan, pemuda yang usianya jauh
berbeda namun sangat menarik perhatianku. Sekali lagi, aku tidak tahu. bahkan
dari hari kehari, aku semakin dekat dan akrab dengan Indra.
Hingga
pada hari terakhir prakteknya, Indra mengajakku jalan-jalan. Awalnya aku
menolaknya, aku khawatir kalau kedekatanku dengannya menjadi penyebab
perselingkuahan yang sebenarnya. Dengan alasan bahwa itu hari terakhir praktek,
Indra terus mendesakku. Akhirnya aku menyetujuinya.Tapi aku memintanya hari
minggu. Dengan syarat tidak boleh ada orang kantor yang mengetahuinya.
Begitulah,
pada hari Minggu, aku dan Ryan akhirnya berangkat jalan-jalan. Agar suamiku
tidak curiga, aku katakan padanya aku pergi ketempat seorang kawan untuk
menyelesaikan lemburan kantor. Ikut juga teman kuliah Ryan bersama pacarnya.
Awalnya aku protes, setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya aku mau ikut
pergi juga. Oh ya, kami berempat menggunakan mobil milik kawan Ryan. Berempat kami
jalan-jalan kesuatu lokawisata pegunungan yang cukup jauh dari kotaku. Kami
sengaja memilih tempat yang jauh dari kota, agar tidak mengundang kecurigaan
tetangga, keluarga dan terutama suamiku.
Setelah
lebih satu jam kami berputar-putar disekitar lokasi wisata, Ryan dan kawannya
mengajak istirahat disebuah losmen. Kawan Ryan tadi dan pacarnya menyewa satu
kamar, dan kedua orang itu langsung hilang dibalik pintu yang tertutup. Maklum
keduanya baru dimabuk cinta. Aku dan suamiku dulu waktu pacaran juga begitu,
jadi aku maklum saja.
Ryan
menyewa juga satu kamar disebelahnya. Aku sebenarnya juga berniat menyewa kamar
sendiri akan tetapi indra melarangku.
” Ngapain boros-boros? kalau sekedar istirahat satu kamar saja. Tuh bed-nya ada dua ” Ujarnya.
Akhirnya aku mengalah, aku numpang dikamar yang disewa Indra. Walaupun sebenarnya aku merasa sangat tidak enak hati.
” Ngapain boros-boros? kalau sekedar istirahat satu kamar saja. Tuh bed-nya ada dua ” Ujarnya.
Akhirnya aku mengalah, aku numpang dikamar yang disewa Indra. Walaupun sebenarnya aku merasa sangat tidak enak hati.
Kami
mengobrol tertawa cekikikan membicarakan kawan Indra dan pacarnya dikamar
sebelah. Apalagi, kawan Indra dan pacarnya sengaja mendesah-desah hingga
kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku deg-degan juga mendengar desahan dari
kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu. Entah kenapa dadaku
semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa
ayng sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan Indra
diam terpaku.
Tiba-tiba
Indra menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuan Indra yang saat itu
sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium
bibirku. Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir
dan kumis halus Indra menempel kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin
berdegub kencang ketika kurasakan bibir halus Indra melumat mulutku. Lidah
Indra menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku.
Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu
tengkukku merinding.
Namun
tiba-tiba timbul kesadaranku. Kudorong dada indra supaya ia melepaskan
pelukannya padak diriku.
” Ryan, jangan yan, ini enggak pantas kita lakuakan..! ” ucapannu terbata-bata.
Ryan memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yang kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggang rampaingku dengan erat. Aku juga masih terduduk dipangkuannya.
” Memang nggak pantas Bu, toh Bu Tika gak puas sama suami Ibu. Aku akan muasin Ibu ” Ujar Ryan yang terdengar seperti desahan.
” Ryan, jangan yan, ini enggak pantas kita lakuakan..! ” ucapannu terbata-bata.
Ryan memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yang kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggang rampaingku dengan erat. Aku juga masih terduduk dipangkuannya.
” Memang nggak pantas Bu, toh Bu Tika gak puas sama suami Ibu. Aku akan muasin Ibu ” Ujar Ryan yang terdengar seperti desahan.
Setelah
itu Ryan kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku,
lalu merambat keleher dan telingaku. Aku memang pasif dan diam, namun perlahan
tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Indra sangat
pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku
benar-benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suamiku
sekalipun belum pernah aku merasakn rangsangan sehebat ini.
Ryan
sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakn napasnya mulai
terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat unruk menahan erangan. Maka aku
pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku.
Setelah itu tiba-tiba tangan Indra yang kekar itu membuka kancing bajuku. Tak
ayal lagi, buah dadaku yang berwarna putih bersih itu terbuka didepan Indra.
Secara refleks aku masih coba berontak.
”
Cukup Ndra! Jangan sampai kesitu Ibu takut..” Kataku sambil meronta dari pelukannya.
” Takut dengan siapa Bu? Toh gak ada yang tahu, percaya sama Ryan Bu. Aku akan memuaskan Bu Tika ” Jawab Ryan dengan napas memburu.
Seperti tidak perduli dengan protesku, Indra yang telah melepas bajuku, kini ganti sibuk melepas BH-ku. Meskipun aku berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali. Sebab tubuh Indra yang tegap dan kuat itu mendekapku dengan sangat erat.
” Takut dengan siapa Bu? Toh gak ada yang tahu, percaya sama Ryan Bu. Aku akan memuaskan Bu Tika ” Jawab Ryan dengan napas memburu.
Seperti tidak perduli dengan protesku, Indra yang telah melepas bajuku, kini ganti sibuk melepas BH-ku. Meskipun aku berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali. Sebab tubuh Indra yang tegap dan kuat itu mendekapku dengan sangat erat.
Kini,
dipelukan Indra, buah dadaku terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Aku
berusaha menutupi dengan mendekapkan lengan didadaku, tetapi dengan cepat
tangan Indra memegangi lenganku dan merentangkannya. Setelah itu Indra
mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibir
Ryan melumat salah satu buah dadaku sementara salah satu tangannya juga
langsung meremas-remas buah dadaku yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas ia
menjilati dan meremas buah dada yang kenyal dan putih ini.
Kini
aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena
kenikmatan yang mencengkeramku. Aku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan
karena rasa geliu dan nikmat ketika bibir dan lidah Indra menjilat dan melumat
puting susuku.
” Bu.. da.. dadamu putih dan in.. indah sekali. A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , ” Kata Ryan terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak.
” Bu.. da.. dadamu putih dan in.. indah sekali. A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , ” Kata Ryan terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak.
Kemudian
Indra juga menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali
mengelitik buah dada hingga perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis
mendapat rangsangan yang menggelora itu. Kemudian tanpa kuduga, Dengan cepat
Ryan melepas celana dan celana dalamku dalam sekali tarikan. Lagi-lagi aku
berusaha melawan, tetapi dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki
Indra, dengan mudah ia menaklukkan perlawananku.
Sekarang
tubuhku yang ramping dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan Ryan.
Sungguh, aku belum pernah sekalipun telanjang dihadapan laki-laki lain, kecuali
dihadapn suamiku. Sebelumnya aku juga tak pernah terpikir akan melakukan
perbuatan seperti ini. Tetapi kini, Indra berhasil memaksaku. Sementara aku
seperti pasrah tanpa daya.
”
Ryan, untuk yang satu ini jangan Ndra. Aku tidak ingin merusak keutuhan
perkawiananku..! ” Pintaku sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk
melindungi buah dada dan vaginaku yang kini tanpa penutup.
” Bu.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur terbakar.. , aku nggak kuat lagi sayang, please aku.. mohon ” Kata Ryan masih dengan terbata-bata dan wajah yang memelas.
” Bu.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur terbakar.. , aku nggak kuat lagi sayang, please aku.. mohon ” Kata Ryan masih dengan terbata-bata dan wajah yang memelas.
Entah
karna tidak tega atau karena aku sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi,
aku diam saja ketika Ryan kembali menggarap tubuhku. Bibir dan salah satu
tangannya menggarap kedua buah dadaku, semenatar tangan yanga satunya lagi
mengusap-usap paha dan selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem-melek
merasakan kenikamatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah.
Tiba-tiba
Ryan beranjak dan denagn cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya.
Kini ia sama denganku, telanjang bulat-bulat. ya ampun, aku tidak dpat percaya,
kini aku telanjang dalam satu kamar denagn laki-laki yang bukan suamaiku, ohh.
Aku melihat tubuh Indra yang memang benar-benar atletis, besar dan kekar
terutama otot-otot perutnya. Ia lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan
dengan suamiku yang berperawakan sedag-sedang saja.
Tetapi
yang membuat dadaku berdegub lebih keras adalah benda diselangkangan Ryan.
Benda yang besarnya hampir sama denagn lenganku itu berwarna coklat muda dan
kinin tegak mengacung. Panjangnya kutaksir tidak kurang dari 22 cm, atau hampir
dua kali lipat dibanding milik suamiku, sementara besarnya sekitar 3 sampai 4
kali lipatnya. Sungguh aku tak percaya, laki-laki semuda Ryan memiliki penis
sebesar dan sepanjang ini. Perasaanku bercampur baur antara ngeri, gemes dan
penasaran.
Kini
tubuh telanjang Indra mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan
dada bidang Indra menempel erat dadaku. Ada sensasi hebat yang melandaku,
ketika dada yang kekar itu merapat dengan tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan
dekapan lelaki lain selain suamiku. Ia masih meciumi sekujur tubuhku, sementara
tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas buah dadaku yang semakin kenyal.
Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat
ini.
Aku
tersentak ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang
vaginaku. Ternyata Ryan nekat memasukkan jari tangannya kecelah vaginaku.Ia
memutar-mutar telunjuknya didalam lubang vaginaku, sehingga aku benar-benar
hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku. Mendapat serangan
yang luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku. Toh,
aku masih berusaha menolaknya.
”
Ryan, jangan sampai dimasukkan jarinya, cukup diluaran saja..! ” Pintaku.
Tetapi lagi-lagi Ryan tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Ryan yang masih terengah-engah di selangkanganku. Kini aku telah benar-benar tenggelam dalam birahi.
Tetapi lagi-lagi Ryan tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Ryan yang masih terengah-engah di selangkanganku. Kini aku telah benar-benar tenggelam dalam birahi.
Ketika
kenikmatan birahi benar-benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, Ryan melepaskanku
dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia mengocok-ngok batang penisnya yang
berukuran luar biasa tersebut.
” Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekaran ganti Bu Atika dong yang aktif..! ” Kata Ryan denagn manja.
” Ibu nggak bisa Ryann, lagian Ibu masih takut..! ” Jawabku dengan malu-malu.
” oke kalo gitu pegang aja iniku, please, kumohon sayang..” Ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu kehadapanku.
” Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekaran ganti Bu Atika dong yang aktif..! ” Kata Ryan denagn manja.
” Ibu nggak bisa Ryann, lagian Ibu masih takut..! ” Jawabku dengan malu-malu.
” oke kalo gitu pegang aja iniku, please, kumohon sayang..” Ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu kehadapanku.
Dengan
malu-malu kupegang batang yang besar dan berotot itu. Lagi-lagi berdebar-debar
dan darahku berdesir ketika tanganku mulai memegang penis Ryan. Sejenak aku
sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jiak penis yang besar dan keras itu
dimasukkan kelubang vagina perempuan, apalagi jika perempuan itu aku.
”
Besaran mana sama milik suami Ibu..? ” Goda Ryan.
Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Ryan jauh lebih panjang dan lebih besar dibandingkan milik suamiku. Padahal usia Indra jauh lebih muda.
” Diapakan nih Ndra..? Sumpah Ibu gak bisa apa-apa ” Kataku berbohong sambil memegang penis Ryan.
” Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? ” Jawab Ryan dengan lembut.
Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Ryan jauh lebih panjang dan lebih besar dibandingkan milik suamiku. Padahal usia Indra jauh lebih muda.
” Diapakan nih Ndra..? Sumpah Ibu gak bisa apa-apa ” Kataku berbohong sambil memegang penis Ryan.
” Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? ” Jawab Ryan dengan lembut.
Dengan
dada berdegub kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar milik Ryan. Ada
sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok buah zakar Ryan yang sangat besar
tersebut. Gila, tanganku hampir tidak cukup memegangnya. Aku berharap dengan
kukocok penisnya, sperma Ryan cepat muncrat, sehingga ia tidak berbuat lebih
jauh kepada diriku. Ryan yang kini telentang disampingku memejamkan matanya
ketika tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya.
Napasnya
mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Aku sendiri juga
terangsang melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak berdaya
dikuasai rasa nikmat. Tiba-tiba ia memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini
etapt berada diselangkanganku sebaliknya kepalaku juga tepat menghadap
selangkangannya. Indra kembali melumat lubang kemaluanku. Lidahnya
menjilat-jilat tanpa henti di rongga vaginaku. Sementara aku masih terus
mengocok batang zakar Indra dengan tanganku.
Kini
kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga saling memburu. Setelah itu
Indra beranjak dan dengan cepat ia menindihku. Dari kaca lemari yang terletak
disebelah samping tempat tidur, aku bisa melihat tubuh rampingku seperti
tenggelam dikasur busa ketika tubuh Ryan yang tinggi besar mulai menindihku.
Dadaku deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu. Gila batinku,
kini aku yang telanjang digumuli oleh lelaki yang juga sedang telanjang, dan
laki-laki itu bikan suamiku.
Ryan
kembali melumat bibirku. kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu
lagi membalas ciumannya. Lidahku kujulurkan untuk menggelitik rongga mulut
Ryan. Ryan terpejam merasakan seranganku, sementara tanganku kekarnya masih
erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi.
Bermenit-menit
kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur
deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh Ryan. Dalam posisi itu tiba-tiba
kurasakan ada benda yang kenyal mengganjal diatas perutku. Ohh, aku semakin
terangsang luar biasa ketika kusadari benda yang mengganjal itu adalah batang
kemaluan Indra. Tiba-tiba kurasakan batang zakar itu mengganjal tepat dibibir lubang
kemaluanku. Rupanya Ryan nekat berusaha memasukkan batang penisnya kevaginaku.
Tentu saja aku tersentak.
”
Ryan.. jangan dimasukkan..! ” Kataku sambil tersengal-sengal menahan nikmat.
Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus , sebab disisi hatiku yang lain sejujurnya aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku.
” Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? ” Jawab Ryan juga dengan napas yang terengah-engah.
Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus , sebab disisi hatiku yang lain sejujurnya aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku.
” Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? ” Jawab Ryan juga dengan napas yang terengah-engah.
Kemudian
Ryan kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku
deg-degan luar biasa ketika merasakn kepala batang penis itu menyentuh bibir
vaginaku. Namun karna batang zakar Ryan memang berukuran super besar, Ryan
sangat sulit memasukkannnya kedalam celah bibir vaginaku. Padahal jika aku
bersetubuh denagn suamiku penis suamiku masih terlalu kekecilan untuk ukuran
lubang senggamaku.
Setelah
sedikit dipaksa, akhirnya ujung kemaluan Ryan berhasil menerobos bibir
vaginaku. Ya ampun, aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang besra itu
mulai menerobos masuk. Walau
pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Indra, penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar Ryan itu luar biasa nikmatnya.
pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Indra, penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar Ryan itu luar biasa nikmatnya.
Ryan
terus menerus mamaju-mundurkan batang penis sebatas dibibir vagina. keringat
kami berdua semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih terus
berpagutan.
” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ” Kata Indra tersengal-sengal.
” Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal.
” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ” Kata Indra tersengal-sengal.
” Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal.
Entah
bagaimana awal mulanya, tiba-tiba kurasakan batang kemaluan yang besar itu
telah amblas semua kevaginaku. Bless, perlahan tapi pasti abtang kemaluan yang
besar itu melesak kedalam libang kemaluanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh
batang penis Ryan yang sangat-sangat besar itu.
“Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku.
” Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan.
“Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku.
” Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan.
Entahlah,kali
ini aku tidak protes. Ketika batang penis itu amblas semua divaginaku, aku
hanya dapat terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang kini semakin
tertahankan. Begitu besarnya penis si Indra, sehingga lubang vaginaku terasa
sangat sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang penis Ryan semakin
tertekan kedalam vaginaku dan melesak hingga kedasar rongga vaginaku. Sangat
terasa sekali bagaimana rasanya batang zakar menggesek-gesek dinding vaginaku.
Tanpa
sadar aku pun mengimbangi genjotan Indra dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh
rampingku seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar
dan kekearnya Indra. Semakin lama, genjotan Indra semakin cepat dan keras,
sehingga badanku tersentak-sentak dengan hebat. Clep.. , clep.. , clep.. ,
cleep.. , begitulah bunyi batang zakar Indra yang terus memompa selangkanganku.
”
Teerruss Nndraa..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! ” Erangku berulang-ulang.
Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini.
Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku. Indra benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi memberikan aku kepuasan sedahsyat dan kenikmatan seperti ini.
Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini.
Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku. Indra benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi memberikan aku kepuasan sedahsyat dan kenikmatan seperti ini.
Tidak
berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur tubuhku.
Badanku mengelepar-gelepar dibawah genjcetan tubuh Ryan. Seketika itu seperti
tidak sadar, kuciumi lebih berani bibir Ryan dan kupeluk erat-erat.
” Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! ” desahku ketika hampir mencapai puncak kenikamatan. Tahu aku hampir orgasme, Ryan semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku.
” Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! ” desahku ketika hampir mencapai puncak kenikamatan. Tahu aku hampir orgasme, Ryan semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku.
Saat
itu tubuhku semakin meronta-ronta dibawah dekapan Ryan yang kuat. Akibatnya,
tidak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks.
” Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu.. ikuut.. puuaas.! ”
Desah indra.
” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! ” Jawabku.
Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Indra, sedangkan tangan kiriku memeluknya erat-erat. Pantatku kunaikkan keatas agar batang kemaluan si Ryan dapat menancap sedalam-dalamnya.
” Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu.. ikuut.. puuaas.! ”
Desah indra.
” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! ” Jawabku.
Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Indra, sedangkan tangan kiriku memeluknya erat-erat. Pantatku kunaikkan keatas agar batang kemaluan si Ryan dapat menancap sedalam-dalamnya.
Setelah
kenikmatan puncak itu, tubuhku melemas denagn sendirinya. Indra juga
menghentikan genjotannya.
” Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! ” Ujarnya lembut sambil mengecup pipiku.
Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal jika dengan suamiku, untuk orgasme aku harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini semua karna Indra yang ajuh lebih perkasa diabandingkan suamiku. Walau pun usia mereka trerpaut jauh dan Indra jauh lebih muda. Selain itu batan kejantanannya memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan.
” Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! ” Ujarnya lembut sambil mengecup pipiku.
Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal jika dengan suamiku, untuk orgasme aku harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini semua karna Indra yang ajuh lebih perkasa diabandingkan suamiku. Walau pun usia mereka trerpaut jauh dan Indra jauh lebih muda. Selain itu batan kejantanannya memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan.
Meskipun
kurasakan sedikit ngilu, kubiarkan Indra memompa terus lubang vaginaku. Karena
lelah, aku pasif saja saat Indra terus menggumuliku. Tanpa perlawanan, kini
badanku yang kecil dan ramping benar-benar tenggelam ditindih tubuh atletis
Indra. Clep.. clep.. clep.. clep. Kulirik kebawah untuk melihat vaginaku yang
dihajar batang kejantanan Ryan. Gila, vaginaku dimasuki penis sebesar itu. Dan
yang lebih gila lagi, batang zakar besar seperti itu nikmatnya tiada terkira.
Ryan
semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya tidak
henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat rangsangan tanpa
henti seperti itu tiba-tiba nafsuku bangkit kembali. Kurasakan kenikmatan mulai
merambat lagi dari selangkanganku yang dengan kencang dipompa si Ryan. Maka aku
balik membalas ciuman Indra, semantara pantatku kembali berputar-putar
mengimbangi penis Indra yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang vaginaku.
”
Iibuu ingiin.. lagii..? ” Tanya Ryan.
” Eehh..” Hanya itu jawabku.
Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama.
” Eehh..” Hanya itu jawabku.
Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama.
Tiba-tiba
Indra bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas, Indra dibawah.
” Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass..” Kata Ryan.
Dengan posisi tubuh diatas Indra, pantatku kuputar-putar, maju-mundur, kiri-kanan, untuk mengocok batang penis Indra yang masih mengacung dilubang vaginaku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher dan puting Ryan. Ryan yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karna kenikmatan yang kuberikan.
” Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass..” Kata Ryan.
Dengan posisi tubuh diatas Indra, pantatku kuputar-putar, maju-mundur, kiri-kanan, untuk mengocok batang penis Indra yang masih mengacung dilubang vaginaku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher dan puting Ryan. Ryan yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karna kenikmatan yang kuberikan.
”
Tuuh.. biisaa kaan..! Kaatanya taa.. dii.. nggak.. bisa.. , ” Kata si Ryan
sambil membalas menciumku dan meremas-remas buah dadaku.
Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Ryan, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menghunjam-hunjamkan vaginaku kebatang penis Indra. Tubuhku yang ramping makin erat mendekap Ryan. Aku juga semakin liart membalas ciuman Indra.
Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Ryan, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menghunjam-hunjamkan vaginaku kebatang penis Indra. Tubuhku yang ramping makin erat mendekap Ryan. Aku juga semakin liart membalas ciuman Indra.
”
Ryann.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! ” Kataku
terengah-engah.
Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Ryan langsung bergulung membalikku, sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, Indra yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Ryan kupeluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak menentu.
Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Ryan langsung bergulung membalikku, sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, Indra yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Ryan kupeluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak menentu.
”
Kalau mau 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! ” Desah indra.
Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras.
” Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Ryan..! ” Desahku, sementara tubuhku masih terus menggelepar-gelepar dalam tindihan tubuh Indra.
Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras.
” Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Ryan..! ” Desahku, sementara tubuhku masih terus menggelepar-gelepar dalam tindihan tubuh Indra.
Belum
reda kenikmatan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Ryan mendengus-dengus semakin
cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat-erat seperti ingin meremukkan
tulang-tulangku. Ia benar-benar membuatku tak bisa bergerak, dan napasnya terus
memburu. Genjotannya di vaginaku semakin cepat dan keras. Kemudian tubuhnya
bergetar hebat.
”
Buu.. , akuu.. , maauu.. , keluuarr sayang..! ” Erangnya tidak tertahankan lagi.
Melihat Indra yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Ryan terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Ryan memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap sedalam-dalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Indra.
Melihat Indra yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Ryan terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Ryan memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap sedalam-dalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Indra.
Gila,
sperma Indra luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang vaginaku terasa
basah kuyup. Bahkan karna sangking banyaknya, sperma Indra belepotan hingga ke
bibir vagina dan pahaku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan itu mulai menurun.
Untuk
beberapa saat Indra masih menindihku, keringat kami pun masih bercucuran.
setelah itu ia berguling kesampingku. Aku termenung menatap langit-langit
kamar. Begitu pun dengan Ryan. Ada sesal yang mengendap dihatiku. Kenapa aku
harus menodai kesetiaan terhadap perkimpoianku, itulah pertanyaan yang
bertalu-talu mengetuk perasaanku.
”
Maafkan aku Bu Tika. Aku telah khilaf dan memaksa Ibu melakukan perbuatan ini ”
Ujar Ryan denagn lirih.
Aku tidak menjawab, kami berdua kembali termenung dalam alm pikiran masing-masing. Bermenit-menit kemudian tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua.
Aku tidak menjawab, kami berdua kembali termenung dalam alm pikiran masing-masing. Bermenit-menit kemudian tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua.
”
Heei suadah siang lho.. ayo pulang..! ” Teriak kawan Indra disertai ketoak pada
pintu.
Denagn masih tetap diam, aku dan Indra segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Tanpa kata-kata pula Indra mengecup bibirku saat pintu kamar akan dibuka.
” Hayo Ryan, kamu apain Bu Atika sampai pintunya ditutup segala ” Kelakar kawan Ryan.
” Ah nggak apa-apa kok, kami cuma ketiduran tadi ” Jawabku degan perasaan malu. Sementara Indra cuma tersenyum.
Denagn masih tetap diam, aku dan Indra segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Tanpa kata-kata pula Indra mengecup bibirku saat pintu kamar akan dibuka.
” Hayo Ryan, kamu apain Bu Atika sampai pintunya ditutup segala ” Kelakar kawan Ryan.
” Ah nggak apa-apa kok, kami cuma ketiduran tadi ” Jawabku degan perasaan malu. Sementara Indra cuma tersenyum.
Seminggu
sejak kejadian itu rasa sesal masih menderaku. Tetapi menginjak minggu kedua
muncul rasa rindu pada Indra. Dadaku sering berdebar-debar kalau mengingat
kenikamatan luar biasa yang telah diberikan Ryan. Aku selalu terbayang keperkasaan
Ryan diatas ranjang, yang itu semua tidak dimiliki oleh suamiku yang dimakan
usia. Sementara aku yang rajin merawat tubuh malah makin ingin merasakan
kenikmatan yang lebih.
Maka
sejak itu aku sering jalan-jalan dengan Ryan. Bahkan hampir rutin sebulan 2
sampai 4 kali aku melepas hasrat pada Indra yang selalu melayaniku. Dan dtiap
kencan selalu saja ada hal-hal baru yang membuatku semakin terikat oleh
keperkasaannya. Saat menulis cerita ini pun beberapa kali harus terhenti karena
Indra dan aku sudah sangat terangsang.
No comments:
Post a Comment