Cerita Seks - Perkenalanku dengan Yussi semakin akrab walaupun kami tidak pernah ketemuan atau copy darat (maklumlah dia di Jakarta sedangkan aku di Medan). Setelah persahabatan kami berjalan 2 tahun akhirnya kami mempunyai kesempatan untuk ber-copy darat. Waktu itu bulan Desember 2003 aku memperoleh kesempatan untuk berlibur di Jakarta.
Saat akupun sampai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada
tgl 17 Desember 2003 dan dengan berbekal beberapa lembar foto kirimannya, aku
sore harinya pergi ke Mall Taman Anggrek untuk menemuinya.
Pertama
sekali kumelihatnya, aku sungguh terpana. Bagiku, Yussi lebih cantik aslinya
ketimbang di fotonya. Ditunjang lagi oleh penampilannya yang semakin dewasa
yang disesuaikan dengan profesinya kini sebagai programer software di PT JS di
kawasan Gatot Subroto Jaksel. Hal ini membuat aku semakin tertarik dengannya
dan membuat birahiku naik secara perlahan-lahan.
Setelah
bertemu, kami berdua mengelilingi Taman Anggrek hingga malam dan dinner disana.
Setelah dinner kami berkesempatan mengelilingi Jakarta dan akhirnya kami pulang
dan kuantar dia sampai ke rumahnya di kawasan Duri Kepa Jakarta Barat.
Pertemuan
itu membawa kenangan tersendiri bagiku dan oleh sebab itu aku kembali mengajak
Yussi keluar jalan-jalan keesokan harinya yang bertepatan dengan malam minggu.
Keesokan
harinya, pagi-pagi benar aku menjemput Yussi setelah itu kami pergi makan pagi
bersama dan mengelilingi Jakarta beserta mallnya hingga jam 10 malam.
Sebenarnya aku masih sangat ingin bersamanya hingga larut malam, namun Yussi
menolak karena katanya tidak ada yang menjaga rumah, sebab Papa, Mama, Koko,
Kakak ipar dan Dedenya sedang ke Bogor menghadiri kondangan familinya.
Sebenarnya
aku kecewa juga mendengar penolakannya itu, tapi kekecewaanku ternyata tidak
lama. Terbukti Yussi waktu itu langsung mengajakku untuk menginap di rumahnya,
karena dia tidak berani tidur sendirian. Akupun tidak mengiyakan secara
langsung penawarannya itu, aku berpikir beberapa menit. Setelah berpikir
beberapa menit aku pun mengiyakan tawaran Yussi dan tampaknya ia sangat senang
sekali. Akhirnya kami sampai di rumahnya pukul 10 lewat 30 malam. KLIK Judi Online
Segera
setelah turun dari mobil, Yussi membuka pintu pagar dan pintu rumah. Lalu
akupun masuk ke dalam rumahnya yang lumayan besar itu dan menempelkan pantatku
pada kursi sofa di ruang tamunya. Seketika itu pikiranku melayang-layang
membayangkan seandainya aku dapat menyalurkan hasratku pada Yussi. Terus terang
saja, selama ini aku selalu horny jika mendengar suara dari Yussi dan aku pun
selalu beronani membayangkan sedang menyetubuhinya. Bahkan tidak jarang pada
saat kutelepon dia, aku sedang naked dan beronani sambil bertelepon dengan dia
dan Yussi pun tahu semuanya itu.
Setelah
mengunci pintu rumahnya, Yussi permisi padaku untuk mandi dan aku pun mengiyakannya.
Mendengar Yussi mau mandi pikiranku bertambah kotor setelah sebelumnya aku
membayangkan bisa menyetubuhinya. Lalu dengan langkah berjingkat-jingkat
kuikuti langkah Yussi yang berjalan ke arah kamar mandi di ruang makan hingga
aku melihat Yussi masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya.
Akupun
segera memutar otakku mencari celah agar dapat mengintip Yussi. Namun belum
sempat aku mendapatkan cara mengintip yang pas, tiba-tiba Yussi keluar dari
kamar mandi dengan naked dan berteriak karena ada kecoa. Aku yang melihat Yussi
keluar dengan naked hanya bisa terpaku dan diam. Mataku langsung tertuju pada
dua daging kenyal yang bergantung di dadanya. Sungguh indah sekali buah dada
Yussi yang berukuran 34 A (kuketahui ukurannya, karena aku pernah menanyakan
ukuran bra nya lewat SMS dan dia pun memberitahu aku) dengan putingnya yang
berwarna kecoklatan. Ingin rasanya lidahku langsung menyeruput wilayah dadanya
itu. Pandangan mataku kini tertuju pada lubang vaginanya yang ditumbuhi oleh
ilalang asmara walaupun tidak begitu lebat. Penisku pun langsung bangkit dan
berdiri tegak. Waktu itu yang hanya ada di pikiranku hanyalah bagaimana caraku
untuk meniduri Yussi. Tanpa pikir panjang akupun mendekati Yussi dan kurangkul
tubuhnya lalu kutempelkan bibirku pada bibirnya yang lembut mereka itu. Yussi
tidak memberikan perlawanan bahkan ia pun mengulum bibirku.Klik Casino Online
“Ah..”
dia mendesah.
Aku
pun semakin berani setelah mendengar desahannya itu. Lidahku keluar masuk ke
rongga mulutnya yang mungil dan tanganku pun bergerilya meremas-remas dan
terkadang meraba-raba onggokan daging kenyal di dadanya sambil memilin-milin
putingnya yang sudah mulai mengeras. Sementara itu ia juga mulai mencoba
menarik resleting celanaku dan tanpa kesulitan dia berhasil menurunkan celanaku
dan menarik kaosku serta melemparnya ke lantai kamar mandi. Saat itu, ia
sedikit terkejut, ketika tanpa sengaja tangannya menyentuh penisku yang masih
dilapisi oleh celdamku.
“Oh..
Very big buanget kontolmu, Dave”
Aku
hanya menanggapinya dengan senyum dan tanganku masih bekerja memilin-milin
puting susunya. Ciumanku mulai kuarahkan ke lehernya dan terus turun ke bawah
dan berhenti di bagian putingnya. Di sini aku permainkan putingnya yang indah
itu dengan lidahku. Terkadang kuemut, kuhisap dan kugigit lembut putingnya itu,
sehingga membuat Yussi tak kuasa untuk menahan hawa nafsunya yang sudah hampir
meledak. Tampaknya ia juga sudah tidak sabar untuk melihat dan merasakan
penisku karena Yussi sedang berusaha menarik turun sempakku. Dan kemudian tanpa
halangan yang berarti Yussi akhirnya berhasil menurunkan celdamku.
“Jangan
disini Yos, kita cari tempat yang enak, ok? Gimana kalau kita maen di kamar
kamu Yos?”
“Oh iya.. Enakan di kamar gue. Kita bisa ngentot sampe puas”.
Saat kugendong tubuhnya ke loteng dan kubawa ke dalam kamar tidurnya dan selanjutnya kurebahkan tubuh bugilnya diatas ranjang alga yang empuk. Tanpa menunggu lebih lama lagi, segera kuhisap puting susunya yang sudah semakin mengeras lagi.
“Oh iya.. Enakan di kamar gue. Kita bisa ngentot sampe puas”.
Saat kugendong tubuhnya ke loteng dan kubawa ke dalam kamar tidurnya dan selanjutnya kurebahkan tubuh bugilnya diatas ranjang alga yang empuk. Tanpa menunggu lebih lama lagi, segera kuhisap puting susunya yang sudah semakin mengeras lagi.
“Ah.. Dave,” pekiknya.
“Yos.. Toket loe indah buanget. Gue suka buanget sama toket loe,” celetekku dengan penuh nafsu.
“Terus Dave.. Oh.. Geli..” desahnya.
“Yos.. Toket loe indah buanget. Gue suka buanget sama toket loe,” celetekku dengan penuh nafsu.
“Terus Dave.. Oh.. Geli..” desahnya.
Mendengar
desahannya aku semakin bernafsu. Lambat laun ciumanku merambat turun ke
pusarnya lalu ke gundukan di selangkangannya. Kemudian kumainkan clitorisnya
dengan lidahku dan aku terus memasukkan ujung lidahku ke dalam lubang vaginanya
yang harum itu. Kemudian dia mengangkat pinggulnya dan berseru,
“Oh..
My god.. Is very great.. Oh.. God..”
Sementara
aku masih mempermainkan wilayah vaginanya dengan lidahku, Yussi semakin kencang
menggoyang-goyangkan pinggulnya, kemudian dengan tiba-tiba dia berteriak,
“Dave..
aku.. ke.. lu.. aarr..” dan seketika itu tubuh Yussi mengejang dan matanya
terpejam.
Sementara
itu di gua keramatnya terlihat cairan kewanitaannya membanjiri vaginanya.
Kuhisap cairannya itu dan kurasakan manis bercampur asin dengan aroma yang
wangi dan hangat. Kuhisap cairannya dengan rakus sampai habis dan tubuhku
kembali merambat ke atas menghisap putingnya kembali yang tampak indah bagiku.
Rasanya bibirku masih belum puas menyusui putingnya itu. Cerita seks Baccarat Online.
Tak
lama kemudian kulihat Yussi kembali menggeliat-geliat dan mendesah-desah. Ia
tampak terangsang kembali dan memintaku untuk segera memasukkan penisku yang
berukuran 16 cm dengan diameter 3 cm ke dalam gua keramatnya yang sudah basah
sekali.
“Ayo..
Dave.. Masukkan kontolmu ke memekku. Gue sudah enggak tahan lagi,” pintanya.
Tidak
menunggu lama lagi kuarahkan penisku ke dalam lubang vaginanya dan secara
perlahan-lahan namun pasti penisku pun mulai menyeruak masuk ke dalam lubang
vaginanya yang masih sempit (maklumlah Yussi masih virgin) dan akhirnya penisku
berhasil masuk 3/4 ke dalam lubang vaginanya.
“Aduh..
Pelan-pelan ya, please,” erangnya sedikit tertahan.
Kembali
kutekan penisku untuk masuk ke lubang vaginanya secara perlahan sehingga
akhirnya aku berhasil memasukkan semua penisku ke dalam lubang vaginanya dan
menyentuh dasar vaginanya.
“Oh..
Nikmat buanget..” katanya yang disertai dengan desahan halus.
Aku
semakin bernafsu untuk menggenjotnya setelah mendengar desahan dan erangannya.
Semakin dia mendesah, aku semakin mempercepat genjotanku di lubang vaginanya.
“Oh..
Dave.. ak.. uu.. suudahh.. ma.. uu.. kke.. luarr.. rr.. laggii..”
“Tahan Yos.. aku juga.. u.. da.. mau.. ke.. luuaarr, keluarkan di.. mana.. Yos?” tanyaku.
“Di.. Da..”
Belum sempat ia menjawab, aku sudah tak bisa menahannya lagi, sehingga akibatnya,
Crot.. Crot.. Crot.. Crot..!
Beberapa kali penisku menembakkan maniku yang banyak ke dalam lubang vaginanya dan saat itu juga aku merasakan cairan hangat Yussi beserta aliran darah perawannya menyelimuti batang penisku yang masih tegak di dalam vaginanya.
“Terima kasih Yos.. Kamu sudah memberikan aku kenikmatan malam ini..” ujarku sambil mengecup lembut bibirnya dan menarik keluar penisku.
“Aku juga ingin terima kasih ke kamu, karena telah memuaskan nafsuku untuk melakukan hubungan sex denganmu yang selama ini kupendam dalam anganku,” katanya tanpa malu-malu dengan mata yang sayu.
“Ayo.. Kita mandi berdua,” ajaknya sambil menarik tanganku.
“Tahan Yos.. aku juga.. u.. da.. mau.. ke.. luuaarr, keluarkan di.. mana.. Yos?” tanyaku.
“Di.. Da..”
Belum sempat ia menjawab, aku sudah tak bisa menahannya lagi, sehingga akibatnya,
Crot.. Crot.. Crot.. Crot..!
Beberapa kali penisku menembakkan maniku yang banyak ke dalam lubang vaginanya dan saat itu juga aku merasakan cairan hangat Yussi beserta aliran darah perawannya menyelimuti batang penisku yang masih tegak di dalam vaginanya.
“Terima kasih Yos.. Kamu sudah memberikan aku kenikmatan malam ini..” ujarku sambil mengecup lembut bibirnya dan menarik keluar penisku.
“Aku juga ingin terima kasih ke kamu, karena telah memuaskan nafsuku untuk melakukan hubungan sex denganmu yang selama ini kupendam dalam anganku,” katanya tanpa malu-malu dengan mata yang sayu.
“Ayo.. Kita mandi berdua,” ajaknya sambil menarik tanganku.
Dan
di kamar mandi itu, batang penisku kembali bereaksi ketika Yussi
mengelus-elusnya. Tanpa malu-malu aku langsung menarik pinggang Yussi dan
menyuruhnya menungging ke arahku. Aku pun secara perlahan lahan memasukkan
penisku yang sudah menegang ke sela-sela pantatnya yang tidak begitu besar.
Sejenak, Yussi tersentak, namun hal itu hanya berlangsung sebentar saja, karena
Yussi kemudian menggerak-gerakkan pinggulnya ketika dirasakan penisku sudah
masuk semuanya ke dalam lubangnya.
“Ah..
Dave.. a.. kk.. uu.. ke.. ll.. uu.. aa.. rr.. l.. aa.. g.. ii..” erangnya
dengan lembut.
“A.. k.. u.. juu.. ggaa..” kataku sambil menyemprotkan maniku ke lubang vaginanya kembali.
“A.. k.. u.. juu.. ggaa..” kataku sambil menyemprotkan maniku ke lubang vaginanya kembali.
Setelah
itu kami melanjutkan acara mandi kembali dan setelah mandi, sebelum tidur, aku
mengentotnya sekali lagi. Keesokan paginya pada saat aku bangun jam 7 pagi
kembali kugenjot dia dan malam harinya kami kembali ber-ML ria..
Sungguh liburan yang berkesan dengan teman chatting. Terima kasih Yussi atas virginmu.
Sungguh liburan yang berkesan dengan teman chatting. Terima kasih Yussi atas virginmu.
No comments:
Post a Comment