Cerita Seks - Setelah cuci piring, kemudian saya duduk di sofa, di ruang tengah sambil nonton MTV, lama kelamaan bosan juga. Habis di rumah tidak ada siapa-siapa, adikku belum pulang, orang tua juga masih nanti sore. Pembantu tidak punya. Akhirnya aku melangkah masuk ke kamar dan kuhidupkan kipas angin, kuraih majalah hiburan yang kemarin baru kubeli. Kubolak-balik halaman demi halaman, dan akhirnya aku terhanyut.
Tiba-tiba
bel pintu berbunyi, aku segera beranjak ke depan untuk membuka pintu. Sesosok
makhluk cantik berambut panjang berdiri di sana. Sekilas kulihat wajahnya,
sepertinya aku pernah lihat dan begitu familiar sekali, tapi siapa ya..?
“Cari siapa Mbak..?” tanyaku membuka pembicaraan.
“Ehm… bener ini Jl. Garuda no.20, Mas..?” tanya cewek itu.
“Ya bener disini, tapi Mbak siapa ya..? dan mau ketemu dengan siapa..?” tanyaku lagi.
“Maaf Mas, kenalkan… nama saya Rika. Saya dapat alamat ini dari temen saya. Mas yang namanya Adi ya..?” sambil cewek itu mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Segera kusambut, aduuuh… halus sekali tanganya.
“Eng… iya, emangnya temen Mbak siapa ya..? kok bisa tau alamat sini..?” tanyaku.
“Anu Mas, saya dapat alamat ini dari Bimo, yang katanya temennya Mas Adi waktu SMA dulu…” jelas cewek itu.
“Cari siapa Mbak..?” tanyaku membuka pembicaraan.
“Ehm… bener ini Jl. Garuda no.20, Mas..?” tanya cewek itu.
“Ya bener disini, tapi Mbak siapa ya..? dan mau ketemu dengan siapa..?” tanyaku lagi.
“Maaf Mas, kenalkan… nama saya Rika. Saya dapat alamat ini dari temen saya. Mas yang namanya Adi ya..?” sambil cewek itu mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Segera kusambut, aduuuh… halus sekali tanganya.
“Eng… iya, emangnya temen Mbak siapa ya..? kok bisa tau alamat sini..?” tanyaku.
“Anu Mas, saya dapat alamat ini dari Bimo, yang katanya temennya Mas Adi waktu SMA dulu…” jelas cewek itu.
Sekilas
saya teringat kembali temanku, Bimo, yang dulu sering main kemana-mana sama aku.
“Oooh… jadi Mbak Rika ini temennya Bimo, ayo silahkan masuk… maaf tadi saya interogasi dulu.”
Setelah kami berdua duduk di ruang tamu baru aku tersadar, ternyata Rika ini memang dahsyat, benar-benar cantik dan seksi. Dia saat itu memakai mini skirt dan kaos ketat warna ungu yang membuat dadanya tampak membusung indah, ditambah wangi tubuhnya dan paha mulus serta betis indahnya yang putih bersih menantang duduk di hadapanku. Sekilas aku taksir payudaranya berukuran 34B.
“Oooh… jadi Mbak Rika ini temennya Bimo, ayo silahkan masuk… maaf tadi saya interogasi dulu.”
Setelah kami berdua duduk di ruang tamu baru aku tersadar, ternyata Rika ini memang dahsyat, benar-benar cantik dan seksi. Dia saat itu memakai mini skirt dan kaos ketat warna ungu yang membuat dadanya tampak membusung indah, ditambah wangi tubuhnya dan paha mulus serta betis indahnya yang putih bersih menantang duduk di hadapanku. Sekilas aku taksir payudaranya berukuran 34B.
Setelah
basa-basi sebentar, Rika menjelaskan maksud kedatangannya, yaitu ingin
tanya-tanya tentang jurusan Public Relation di fakultas Fisipol tempat aku
kuliah. Memang Rika ini adalah cewek pindahan dari kota lain yang ingin
meneruskan di tempat aku kuliah. Aku sendiri di jurusan advertising, tapi
temanku banyak yang di Public Relation (yang kebanyakan cewek-cewek cakep dan
sering jadi model buat mata kuliah fotografi yang aku ambil), jadi sedikit
banyak aku tahu.
Kami
pun cepat akrab dan hingga terasa tidak ada lagi batas di antara kami berdua,
saya pun sudah tidak duduk lagi di hadapannya tapi sudah pindah di sebelah
Rika. Sambil bercanda aku mencuri-curi pandang ke wajah cantiknya, paha
mulusnya, betis indahnya, dan tidak ketinggalan dadanya yang membusung indah
yang sesekali terlihat dari belahan kaos ketatnya yang berleher rendah. Terus
terang saja si kecil di balik celanaku mulai bangun menggeliat, ditambah wangi
tubuhnya yang membuat terangsang birahiku.
Aku
mengajak Rika untuk pindah ke ruang tengah sambil nonton TV untuk meneruskan
mengobrol. Rika pun tidak menolak dan mengikutiku masuk setelah aku mengunci
pintu depan. Sambil ngemil hidangan kecil dan minuman yang kubuat, kami
melanjutkan ngobrol-ngobrol. Sesekali Rika mencubit lengan atau pahaku sambil
ketawa-ketiwi ketika aku mulai melancarkan guyonan-guyonan. Tidak lama, adik
kecilku di balik celana tambah tegar berdiri. Aku kemudian usul ke Rika untuk
nonton VCD saja. Setelah Rika setuju, aku masukkan film koleksiku ke dalam
player. Filmnya tentang drama percintaan yang ada beberapa adegan-adegan
ranjang. Kami berdua pun asyik nonton hingga akhirnya sampai ke bagian adegan
ranjang, saya lirik Rika matanya tidak berkedip melihat adegan itu.
Kuberanikan
diri untuk merangkul bahu Rika, ternyata dia diam saja tidak berusaha
menghindar. Ketika adegan di TV mulai tampak semakin hot, Rika mulai gelisah,
sesekali kedua paha mulusnya digerak-gerakkan buka tutup. Wah, gila juga nih
cewek, seakan-akan dia mengundang aku untuk menggumulinya. Saya beranikan diri
untuk mengelus-elus lengannya, kemudian rambutnya yang hitam dan panjang. Rika
tampak menikmati, terbukti dia langsung ngelendot manja ke tubuhku. Kesempatan
itu tidak kusia-siakan, langsung kupeluk tubuh hangatnya dan kucium pipinya.
Rika tidak protes, malah tangannya sekarang diletakkan di pahaku, dan aku
semakin terangsang lalu kuraih dagunya. Kupandang mata bulat indahnya, sejenak
kami berpandangan dan entah siapa yang memulai tiba-tiba, kami sudah berpagutan
mesra. Kulumat bibir bawahnya yang tebal nan seksi itu dan Rika membalas,
tangannya yang satu memeluk leherku, sedang yang satunya yang tadinya di pahaku
sekarang sudah mengelus-elus yuniorku yang sudah super tegang di balik
celanaku. Klik Judi Online.
Lidah
kami saling bertautan dan kecupan-kecupan bibir kami menimbulkan bunyi cepak
cepok, yang membuat semakin hot suasana dan seakan tidak mau kalah dengan
adegan ranjang di TV. Tanganku pun tidak mau tinggal diam, segera kuelus paha
mulusnya, Rika pun memberi kesempatan dengan membuka pahanya lebar-lebar,
sehingga tanganku dengan leluasa mengobok-obok paha dalamnya sampai ke
selangkangan. Begitu bolak-balik kuelus dari paha lalu ke betis kemudian naik
lagi ke paha. Sambil terus melumat bibirnya, tanganku sudah mulai naik ke
perutnya kemudian menyusup terus ke dadanya. Kuremas dengan gemas payudaranya
walau masih tertutup kaos, Rika merintih lirih. Lalu tanganku kumasukkan ke
dalam kaosnya dan mulai meraba-raba mencari BH-nya. Setelah ketemu lalu aku
meraih ke dalam BH dan mulai meremas-remas kembali buah dadanya, kusentuh-sentuh
putingnya dan Rika mendesah. Seiring dengan itu, tangan Rika juga mengocok
yuniorku yang masih tertutup celana dalam, dan mulai dengan ganas menyusup ke
dalam celana dalam meraih yuniorku dan kembali mengocok dan mengelus.
Saya
yang mulai terbakar birahi, kemudian melepaskan kaos Rika dan BH-nya hingga
sekarang nampak jelas payudaranya yang berukuran 34B semakin mengembang karena
rangsangan birahi.
Langsung saya caplok buah dadanya dengan mulutku, kujilat-jilat putingnya dan Rika mendesis-desis keenakan, “Sssh… aaauuh… Mass Adiii… ehhh… ssshhh…” sambil tangannya mendekap kepalaku, meremas-remas rambutku dan membenamkannya ke payudaranya lebih dalam.
Kutarik kepalaku dan kubisikkan ke telinga Rika, “Rika sayang, kita pindah ke kamarku aja yuuk..! Aman kok nggak ada siapa-siapa di rumah ini selain kita berdua…”
Rika mengangguk, lalu segera kupeluk dan kugendong dia menuju ke kamar. Posisi gendongnya yaitu kaki Rika memeluk pinggangku, tangannya memeluk leherku dan payudaranya menekan keras di dadaku, sedangkan tanganku memegang pantatnya sehingga yuniorku sekarang sudah menempel di selangkangannya.
Langsung saya caplok buah dadanya dengan mulutku, kujilat-jilat putingnya dan Rika mendesis-desis keenakan, “Sssh… aaauuh… Mass Adiii… ehhh… ssshhh…” sambil tangannya mendekap kepalaku, meremas-remas rambutku dan membenamkannya ke payudaranya lebih dalam.
Kutarik kepalaku dan kubisikkan ke telinga Rika, “Rika sayang, kita pindah ke kamarku aja yuuk..! Aman kok nggak ada siapa-siapa di rumah ini selain kita berdua…”
Rika mengangguk, lalu segera kupeluk dan kugendong dia menuju ke kamar. Posisi gendongnya yaitu kaki Rika memeluk pinggangku, tangannya memeluk leherku dan payudaranya menekan keras di dadaku, sedangkan tanganku memegang pantatnya sehingga yuniorku sekarang sudah menempel di selangkangannya.
Sepanjang
perjalanan menuju kamar, kami terus saling berciuman. Sesampainya di kamar,
kurebahkan tubuhnya di tempat tidur, Rika tidak mau melepaskan pelukan kakinya
di pinggangku malahan sekarang mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya.
“Sayang… sabar dong.., lepas dulu dong rok sama celana kamu…” kataku.
“Oke Mas… tapi Mas juga harus lepas baju sama celana Mas, biar adil..!” rajuk Rika.
Setelah kulepas baju dan celanaku hingga telanjang bulat dan yuniorku sudah mengacung keras tegak ke atas, Rika yang juga sudah telanjang bulat kembali merebahkan diri sambil mengangkangkan pahanya lebar-lebar, hingga kelihatan bibir vaginanya yang merah jambu itu.
“Sayang… sabar dong.., lepas dulu dong rok sama celana kamu…” kataku.
“Oke Mas… tapi Mas juga harus lepas baju sama celana Mas, biar adil..!” rajuk Rika.
Setelah kulepas baju dan celanaku hingga telanjang bulat dan yuniorku sudah mengacung keras tegak ke atas, Rika yang juga sudah telanjang bulat kembali merebahkan diri sambil mengangkangkan pahanya lebar-lebar, hingga kelihatan bibir vaginanya yang merah jambu itu.
Saya
pun segera menindihnya, tapi tidak buru-buru memasukkan yuniorku ke vaginanya,
kembali aku kecup bibirnya dan kucaplok dan jilat-jilat payudara serta
putingnya. Jilatanku turun ke perut terus ke paha mulusnya kemudian ke betis
indahnya naik lagi ke paha dalamnya hingga sampai ke selangkangannya.
“Auuww… Mas Adiiii… ehhmm… shhh… enaaaakkk Masss…” ceracau Rika sambil kepalanya menggeleng-geleng tidak karuan dan tangannya mencengkeram sprei ketika aku mulai menjilati bibir vaginanya, terus ke dalam memeknya dan di klitorisnya.
Dengan penuh nafsu, terus kujilati hingga akhirnya tubuh Rika menegang, pahanya mengempit kepalaku, tangannya menjambak rambutku dan Rika berteriak tertahan. Ternyata dia telah mencapai orgasme pertamanya, dan terus kujilati cairan yang keluar dari lubang kenikmatannya sampai habis.
Saya bangun dan melihat Rika yang masih tampak terengah-engah dan memejamkan mata menghayati orgasmenya barusan. Kukecup bibirnya, dan Rika membalas, lalu aku menarik tangannya untuk mengocok penisku. Aku rebahkan tubuhku dan Rika pun mengerti kemauanku, lalu dia bangkit menuju ke selangkanganku dan mulai mengemut penisku.
“Oooh… Rik… kamu pinter banget sih Rik…” aku memuji permainannya.
Kira-kira setengah jam Rika mengemut penisku. Mulutnya dan lidahnya seakan-akan memijat-mijat batang penisku, bibirnya yang seksi kelihatan semakin seksi melumati batang dan kepala penisku. Dihisapnya kuat-kuat ketika Rika menarik kepalanya sepanjang batang penis menuju kepala penisku membuatku semakin merem-melek keenakan.
“Auuww… Mas Adiiii… ehhmm… shhh… enaaaakkk Masss…” ceracau Rika sambil kepalanya menggeleng-geleng tidak karuan dan tangannya mencengkeram sprei ketika aku mulai menjilati bibir vaginanya, terus ke dalam memeknya dan di klitorisnya.
Dengan penuh nafsu, terus kujilati hingga akhirnya tubuh Rika menegang, pahanya mengempit kepalaku, tangannya menjambak rambutku dan Rika berteriak tertahan. Ternyata dia telah mencapai orgasme pertamanya, dan terus kujilati cairan yang keluar dari lubang kenikmatannya sampai habis.
Saya bangun dan melihat Rika yang masih tampak terengah-engah dan memejamkan mata menghayati orgasmenya barusan. Kukecup bibirnya, dan Rika membalas, lalu aku menarik tangannya untuk mengocok penisku. Aku rebahkan tubuhku dan Rika pun mengerti kemauanku, lalu dia bangkit menuju ke selangkanganku dan mulai mengemut penisku.
“Oooh… Rik… kamu pinter banget sih Rik…” aku memuji permainannya.
Kira-kira setengah jam Rika mengemut penisku. Mulutnya dan lidahnya seakan-akan memijat-mijat batang penisku, bibirnya yang seksi kelihatan semakin seksi melumati batang dan kepala penisku. Dihisapnya kuat-kuat ketika Rika menarik kepalanya sepanjang batang penis menuju kepala penisku membuatku semakin merem-melek keenakan.
Setelah bosan, aku kemudian menarik tubuh Rika dan merebahkannya
kembali ke tempat tidur, lalu kuambil posisi untuk menindihnya. Rika membuka
lebar-lebar selangkangannya, kugesek-gesekkan dulu penisku di bibir vaginanya,
lalu segera kumasukkan penisku ke dalam lubang senggamanya.
“Aduuh Mas… sakiiit… pelan-pelan aja doong… ahhh…” aku pun memperlambat masuknya penisku, sambil terus sedikit-sedikit mendorongnya masuk diimbangi dengan gerakan pinggul Rika.
Terlihat sudut mata Rika basah oleh air matanya akibat menahan sakit. Sampai akhirnya, “Bleeesss…” masuklah semua batang penisku ke dalam liang senggama Rika.
“Rika sayang, punya kamu sempit banget sih..? Tapi enak lho..!” Rika cuma tersenyum manja.
“Mas juga, punya Mas besar gitu maunya cari yang sempit-sempit, sakit kaan..!” rajuk Rika.
“Aduuh Mas… sakiiit… pelan-pelan aja doong… ahhh…” aku pun memperlambat masuknya penisku, sambil terus sedikit-sedikit mendorongnya masuk diimbangi dengan gerakan pinggul Rika.
Terlihat sudut mata Rika basah oleh air matanya akibat menahan sakit. Sampai akhirnya, “Bleeesss…” masuklah semua batang penisku ke dalam liang senggama Rika.
“Rika sayang, punya kamu sempit banget sih..? Tapi enak lho..!” Rika cuma tersenyum manja.
“Mas juga, punya Mas besar gitu maunya cari yang sempit-sempit, sakit kaan..!” rajuk Rika.
Saya
ketawa dan mengecup bibirnya sambil mengusap air matanya di sudut mata Rika
sambil merasakan enaknya himpitan kemaluan Rika yang sempit ini. Setelah
beberapa saat, aku mulai menggerakkan penisku maju mundur dengan pelan-pelan.
“Aaah… uuuhhh… oooww… shhh… ehhmmm…” desah Rika sambil tangannya memeluk erat bahuku.
“Masih sakit Sayaaang..?” tanyaku.
“Nggak Mas… sedikiiitt… auuoohhh… shhh… enn.. ennnaakk.. Mas… aahh…” jawab Rika.
Mendengar itu, aku pun mempercepat gerakanku, Rika mengimbangi dengan goyangan pinggulnya yang dahsyat memutar ke kiri dan ke kanan, depan belakang, atas bawah. Aku hanya bisa merem melek sambil terus memompa, merasakan enaknya goyangan Rika. Tidak lama setelah itu, kurasakan denyutan teratur di dinding vagina Rika, kupercepat goyanganku dan kubenamkan dalam-dalam penisku.
“Aaah… uuuhhh… oooww… shhh… ehhmmm…” desah Rika sambil tangannya memeluk erat bahuku.
“Masih sakit Sayaaang..?” tanyaku.
“Nggak Mas… sedikiiitt… auuoohhh… shhh… enn.. ennnaakk.. Mas… aahh…” jawab Rika.
Mendengar itu, aku pun mempercepat gerakanku, Rika mengimbangi dengan goyangan pinggulnya yang dahsyat memutar ke kiri dan ke kanan, depan belakang, atas bawah. Aku hanya bisa merem melek sambil terus memompa, merasakan enaknya goyangan Rika. Tidak lama setelah itu, kurasakan denyutan teratur di dinding vagina Rika, kupercepat goyanganku dan kubenamkan dalam-dalam penisku.
Tanganku
terus meremas-remas payudaranya. Dan tubuh Rika kembali menegang, “Aaah… Masss
Adiiii… teruuus Maass… jangan berentiii… oooh… Maasss… aaahhh… akuuuu mauuu
keluaaar… aaawww…”
Dan, “Cret… cret… crettt…” kurasakan cairan hangat menyemprot dari dalam liang senggama Rika membasahi penisku.
Kaki Rika pun memeluk pinggangku dan menarik pinggulku supaya lebih dalam masuknya penisku ke dalam lubang kenikmatannya. Ketika denyutan-denyutan di dinding vagina Rika masih terasa dan tubuh Rika menghentak-hentak, aku merasa aku juga sudah mau keluar.
Kupercepat gerakanku dan, “Aaah… Rikaaa… aku mau keluar Sayaaang…” belum sempat aku menarik penisku karena kaki Rika masih memeluk erat pinggangku, dan, “Crooot… crooot… crooott…” aku keluar di dalam kemaluan Rika.
“Aduuhhh enakkknyaaa…”
Dan aku pun lemas menindih tubuh Rika yang masih terus memelukku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.
Dan, “Cret… cret… crettt…” kurasakan cairan hangat menyemprot dari dalam liang senggama Rika membasahi penisku.
Kaki Rika pun memeluk pinggangku dan menarik pinggulku supaya lebih dalam masuknya penisku ke dalam lubang kenikmatannya. Ketika denyutan-denyutan di dinding vagina Rika masih terasa dan tubuh Rika menghentak-hentak, aku merasa aku juga sudah mau keluar.
Kupercepat gerakanku dan, “Aaah… Rikaaa… aku mau keluar Sayaaang…” belum sempat aku menarik penisku karena kaki Rika masih memeluk erat pinggangku, dan, “Crooot… crooot… crooott…” aku keluar di dalam kemaluan Rika.
“Aduuhhh enakkknyaaa…”
Dan aku pun lemas menindih tubuh Rika yang masih terus memelukku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.
Saya
segera bangkit, sedangkan penisku masih di dalam liang senggama Rika dan kukecup
lagi bibirnya.
Tiba-tiba, “Greeekkk…” saya dikejutkan oleh suara pintu garasi yang dibuka dan suara motor adikku yang baru pulang. Klik Casino Online.
Tiba-tiba, “Greeekkk…” saya dikejutkan oleh suara pintu garasi yang dibuka dan suara motor adikku yang baru pulang. Klik Casino Online.
Saya
pun cepat-cepat bangun dan tersadar. Kulihat sekeliling tempat tidurku, lho…
kok… Rika hilang, kemana tuh cewek..? Kuraba penisku, lho kok saya masih pake
celana dan basah lagi. Kucium baunya, bau khas air mani. Kulihat di pinggir
tempat tidur masih terbuka majalah hiburan khusus pria yang kubaca tadi. Di
halaman 68, di rubrik wajah, kulihat wajah seorang cewek cantik yang tidak
asing lagi yang baru saja kutiduri barusan, yaitu wajah Rika yang menggunakan
swimsuit di pinggir kolam renang.
Yaaa
ampuun… baru saya sadar, pengalaman yang mengenakkan tadi bersama Rika itu
ternyata cuma mimpi toh. Dan Rika yang kutiduri dalam mimpiku barusan adalah
cover girl cantik dan seksi majalah yang kubaca sebelum aku tertidur tadi, yang
di majalah dia mengenakan swimsuit merah. Saya pun segera beranjak ke kamar
mandi membersihkan diri. Di dalam kamar mandi aku ketawa sendiri dalam hati
mengingat-ingat mimpi enak barusan. Gara-gara menghayal yang tidak-tidak,
jadinya mimpi basah deeh.
No comments:
Post a Comment