Cerita Seks - Saat saya kost di rumahnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing contohnya peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, saya malas keluar rumah. Lagian saya juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan.
Dan
sehari -harinya saya cuma mengobrol dengan Tante Linda yang montok ini.
Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita denganku
yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda dapat saya tebak dia itu orangnya
kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya
saya berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. hari
demi Hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Linda semakin kuat saja,
lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering
memancingmancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang
kupergok Tante Linda lagi pas sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk
saja, wah melihat yang begitu jantungku deg – degan rasanya, kepingin segera
membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia
sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah
waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya
dia tahu benar cara mancing gairahku.
Sampai
pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis, jadi
saya malas keluar rumah, saya di kamar lagi main internet, melihat
gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan
kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil. Kemudian
kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15 cm, habis saya
sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu Tante Linda masuk
menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya saya nggak sempat
menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Linda sempat terbelalak
melihat batang kemaluanku yang sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil
tersenyum manis.
“Hayyoo
lagi ngapain kamu De?”
“Aah, nggak Tante lagi main komputer”, jawabku sekenanya.
Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau saya saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.
“Ada apa sih Tante?” tanyaku.
“Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan.”
“Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan”, jawabku.
“Tapi jangan lama-lama yah”, ucapan Tante Linda lagi.
Setelah itu saya berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu saya beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuuurr.
“Aah, nggak Tante lagi main komputer”, jawabku sekenanya.
Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau saya saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.
“Ada apa sih Tante?” tanyaku.
“Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan.”
“Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan”, jawabku.
“Tapi jangan lama-lama yah”, ucapan Tante Linda lagi.
Setelah itu saya berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu saya beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuuurr.
Melihat
film itu langsung saja saya jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku
langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu Tante Linda memakai
baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat dan gilanya dia nggak pakai
bra, soalnya saya bisa lihat puting susunya yang agak muncung ke depan. Karuan
saja, gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh
buat aku nggak bisa apa-apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja
sehingga aku mencoba bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang
miring. Melihat gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil tersenyum
ke arahku.
“Lagi
ngapain sih kamu De?”
“Ah nggak Tante..”
Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.
“Kamu terangsang yah De, lihat film ini?”
“Ah nggak Tante biasa aja”, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap -hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.
“Ah nggak Tante..”
Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.
“Kamu terangsang yah De, lihat film ini?”
“Ah nggak Tante biasa aja”, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap -hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.
“Menurut
kamu Tante seksi nggak De?” tanyanya.
“Wah seksi sekali Tante”, kataku.
“Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.
“Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih.” kataku.
“Ah masa sih?” tanyanya.
“Iya bener Tante, sumpah…” ucapanku.
“Wah seksi sekali Tante”, kataku.
“Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.
“Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih.” kataku.
“Ah masa sih?” tanyanya.
“Iya bener Tante, sumpah…” ucapanku.
Jarak
duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya padaku,
lalu dia bertanya lagi kepadaku,
“Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?”
“Mmaaauu Tante…” Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Linda.
“Wahhhh barang kamu gede juga ya De…” katanya.
“Ah Tante bisa aja deh… Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya…” kataku.
“Ah nakal kamu yah De”, jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.
“Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh”, kataku.
“Ah yang bener nih?” tanyanya.
“Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak?” kataku.
“Pegang apa?” tanyanya.
“Pegang itu tuh..” kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.
“Ah boleh aja kalo kamu mau.”
“Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?”
“Mmaaauu Tante…” Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Linda.
“Wahhhh barang kamu gede juga ya De…” katanya.
“Ah Tante bisa aja deh… Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya…” kataku.
“Ah nakal kamu yah De”, jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.
“Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh”, kataku.
“Ah yang bener nih?” tanyanya.
“Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak?” kataku.
“Pegang apa?” tanyanya.
“Pegang itu tuh..” kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.
“Ah boleh aja kalo kamu mau.”
Wah
kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya, takut
dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku
sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.
“Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah”, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.
“Loh kok dilepas sih De?”
“Ah, takut Tante marah”, kataku.
“Ooohh nggak sayang… kemari deh.”
“Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah”, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.
“Loh kok dilepas sih De?”
“Ah, takut Tante marah”, kataku.
“Ooohh nggak sayang… kemari deh.”
Tanganku
digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku
pun semakin berani meremas -remas buah dadanya. “Aaarrhh… sshh”, rintihan Tante
semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba mencium Tante Linda, sungguh
diluar dugaanku, Tante Linda menyambut ciumanku dengan beringas, kami pun lalu
berciuman dengan mesra sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang
sekal sekali itu. “Ahhh kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu
mesti memberikan kepuasan sama Tante yah.. ahhh.. arhhh.”
“Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?” tanyaku.
“Oohhhh silakan sayang”, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. “Aahhh… arghhh…” lagi-lagi Tante mengerangerang keenakan. “Teruss.. terusss sayang… ahhh enak sekali…” lama aku menjilati buah dada Tante Linda, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Klik Judi Online.
“Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?” tanyaku.
“Oohhhh silakan sayang”, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. “Aahhh… arghhh…” lagi-lagi Tante mengerangerang keenakan. “Teruss.. terusss sayang… ahhh enak sekali…” lama aku menjilati buah dada Tante Linda, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Klik Judi Online.
Kemudian yang kulihat tangan Tante Linda sedang mengelus-elus bagian klitorisnya
sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti.
“Aahhh buka saja sayang… jangan malu-malu… ahhhh…” nafas Tante Linda terengah
-engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka celananya dan
kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang keenakan, lalu
kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante Linda sudah bugil total. Kulihat
liang kemaluannya yang penuh dengan bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan
seperti lembah yang penuh dengan rambut. Lalu dengan pelan -pelan kumasukan
jari tengahku untuk menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu.
“Aahrrrh… sshh… enak De.. enak sekali”, jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke
liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu,
lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun naik
sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia menggoyangkan
kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya sendiri. “Aahhh…
sshhh come on baby.. give me more, give me more… ohhhh”, dengan semakin cepat
kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang
semakin lama semakin basah.
Beberapa
saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme. Lalu
kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan sekali lalu
seketika dia menjerit, “Oohh aaahh… Tante sudah keluar sayang… ahhh”, sambil
menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih
terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati
sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik
tubuhku ke atas sofa. “Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama
tidak sepuas ini loh…” sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya
berlepotan ke bibir Tante Linda. Sementara itu batang kemaluanku yang masih
tegang di eluselus oleh Tante Linda dan aku pun masih memilin-milin puting
Tante yang sudah semakin keras itu. “Aahh..” desahnya sambil terus mencumbu
bibirku. “Sekarang giliran Tante sayang… Tante akan buat kamu merasakan
nikmatnya tubuh Tante ini.
Tangan
Tante Linda segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang
kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis
enak juga diremas-remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku juga nggak mau kalah,
tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Terus terang aku
paling suka dengan buah dada Tante Linda karena bentuknya yang indah sekali,
juga besar berisi alias montok. “Aahhh… shhh,”, rupanya Tante Linda mulai
terangsang kembali ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dengan
sesekali kujilati dengan lidah pentilnya yang sudah tegang itu, seakanakan
seperti orang kelaparan kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda
menjadi semakin blingsatan.
“Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?”
“Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang…”
“Aahhh kamu emang pandai muji orang De..”
Ketika tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga saya mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. “Wahh batang kemaluanmu besar sekali De… nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule”, Tante Linda memuji-muji batang kemaluanku.
“Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?”
“Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang…”
“Aahhh kamu emang pandai muji orang De..”
Ketika tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga saya mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. “Wahh batang kemaluanmu besar sekali De… nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule”, Tante Linda memuji-muji batang kemaluanku.
Sedetik
kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan
bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan
lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya service yang
diberikan Tante Linda malam itu. Lalu dia mulai membuka mulutnya lalu
memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan
menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Aku
pun nggak mau kalah, sambil mengelus-elus rambutnya sesekali kuremas dengan
kencang buah dadanya yang montok sehingga Tante Linda bergelinjang menahan
kenikmatan. Selang beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai
merasakan desiran -desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku
lalu kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di
atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat
di depanku.
“Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain tempe Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.”
“Iiiya Tante”, kataku.
“Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain tempe Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.”
“Iiiya Tante”, kataku.
Lalu
saya mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante Linda
tapi saya nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke bibir kemaluan
Tante Linda sehingga Tante Linda lagi-lagi menjerit keenakan, “Aahhh.. yes..
yes.. oh good.. ayolah sayang jangan tanggung-tanggung masukinnya…” lalu saya
mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan
Tante Linda ini sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah
besar sekali itu. “Aahh.. shhh.. aoh.. oohhh pelan-pelan sayang.. terusterus…
ahhh”, saya mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan
Tante Linda sehingga Tante Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika
batang kemaluanku sudah masuk semuanya.
Ketika batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar
sehingga pantat Tante Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang. “Aahhh argghhh..
rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Linda menjadikan batang
kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu
dan rasanya seperti empotan ayam. “Uuaahhh..” sementara itu aku terus menjilati
puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya.
Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan
yang kuberikan semakin cepat lagi. “Ooohh shhh sayang… enak sekali ooohhh yess…
ooohh good… ooh yes…” mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera
menyelesaikan permainan ini, “Aahh… cepat sayang Tante mau keluar ahh”, tubuh
Tante Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupayanya
dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang
kemaluanku yang lagi merojokrojok lubang kemaluan Tante Linda. “Aahh… shhsss..
yess”, lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.
“Wahh
kamu memang bener-bener hebat De… Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu
masih tegar.”
“Iiya Tante… bentar lagi juga Ade keluar nih…” sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan berdenyut-denyut itu.
“Ahh enak sekali Tante.. ahhh…”
“Terusin sayang.. terus… ahhh.. shhh”, erangan Tante Linda membuatku semakin kuat merojok – rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.
“Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good.”
“Aduh Tante, bentar lagi keluar nih…” kataku.
“Aahh Ade sayang… keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh.. Tante mau ngerasin.. ahhh… shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang…”
“Iiiyyaa… Tante..” lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya
lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya.
“Aahhh… ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Ade mau keluar nih.. ahhh”, lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan pantatnya. “Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh… shhh…” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. “Seeerr.. serr… crot.. crot…” “Aahhh enak sekali Tante… ahhh harder.. harder… ahhh Tante…” Selama dua menitan saya masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. “Ah kamu ternyata seorang jagoan De…” Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda. Klik Casino Online.
“Iiya Tante… bentar lagi juga Ade keluar nih…” sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan berdenyut-denyut itu.
“Ahh enak sekali Tante.. ahhh…”
“Terusin sayang.. terus… ahhh.. shhh”, erangan Tante Linda membuatku semakin kuat merojok – rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.
“Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good.”
“Aduh Tante, bentar lagi keluar nih…” kataku.
“Aahh Ade sayang… keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh.. Tante mau ngerasin.. ahhh… shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang…”
“Iiiyyaa… Tante..” lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya
lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya.
“Aahhh… ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Ade mau keluar nih.. ahhh”, lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan pantatnya. “Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh… shhh…” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. “Seeerr.. serr… crot.. crot…” “Aahhh enak sekali Tante… ahhh harder.. harder… ahhh Tante…” Selama dua menitan saya masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. “Ah kamu ternyata seorang jagoan De…” Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda. Klik Casino Online.
Sesudah kejadian ini kita sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru
gaya-gaya dari film porno yang banyak beredar di sana. Sekian, semoga ceritaku
ini bisa jadi bahan bagi kita yang suka bersenggama dengan tante-tante.
Zuma99.com Agen Bandarq Domino 99 Bandar Poker Online Terpercaya
ReplyDeleteZumaQQ adalah Sebuah Situs Agen Judi Online Bandarq yang Sudah Menjadi Satu - satunya Situs terpercaya di kalangan judi online Di Tanah Air indonesia.
Dengan itu Dapat kita pastikan bahwa ZumaQQ ini merupakan yang mampu memberikan tantangan Dan Kemenangan lebih untuk anda semua.
ZumaQQ memberikan promo bonus sebagai berikut:
- Promo Bonus Rollingan 0.5% ( Setiap Hari Selasa )
- Promo Bonus Referral 10 % + X-tra 10 %
- Promo Bonus Referral x-tra 5 % ( syarat )
Kelebihan dari ZumaQQ
* Proses Dp & Wd hanya 1-2 Menit* Sistem Keamanan Terbaru
* Poker Online Terpercaya
* Livechat yang responsive* Support lebih banyak bank Lokal
ZumaQQ juga memiliki 8 Game permainan yang bisa anda mainkan dalam 1 User ID saja Diantaranya
- Poker Online|Domino 99 | Bandarq | Aduq
- Bandar Poker | Capsa Susun | Sakong | Bandar66 ( New Game )
Anda juga dapat menghubungi kontak di bawah ini untuk info lebih lanjut:
Website : ZumaQQ
Pin BBM : E316C245
Line : ZumaQQ
WA : +6281218571961
YM : zumaqq@yahoo.com
JAGUARQQ | DOMINO 99 | POKER | BANDARQ ONLINE
ReplyDelete* Dengan Minimal Deposit : Rp 15.000,-
* Tersedia 8 Game Dalam 1 User ID
+ BandarQ
+ ADUQ
+ SAKONG
+ DOMINO99
+ BANDAR66
+ POKER
+ BANDAR POKER
+ CAPSA SUSUN
* Bonus Rollingan 0,5% Setiap minggu
* Bonus Referal 20% Seumur hidup
- Kontak Kami -
WA : +855964608606
TELEGRAM : +855964608606
LINE : csjaguarqq
Website : 99jaguar
Twitter : JaguarQQ
Fanspage : 99Jaguar